Reporter : Andre Bara
PRABUMULIH, Mattanews.co – Masker menjadi barang langka setelah merebaknya isu penyebaran Covid-19 sejak dari bulan Januari 2020.
Dalam dua bulan terakhir ini, sejumlah apotek di Kota Prabumulih mengaku sudah kehabisan persedian masker dan masih menunggu pengiriman dari distributor.
Awak Mattanews.co mendatangi sejumlah apotek yang ada disepanjang jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih Sums.
Ternyata sebagian besar apotek memasang pengumuman bertuliskan ‘masker kosong’ di pintu masuknya.
“Memang kosong sih, sudah beberapa kali kita pesan pada distributor memang tidak ada barangnya. Termasuk hand sanitizer yang kita order juga masih kosong sampai sekarang” ucap Erin, apoteker pendamping Kimia Farma, Selasa (31/03/2020).
Dia oun tidak tahu sampai kapan stok ini kosong. Mereka pun masih terus mencari distributor untuk memasok masker ini.
Meskipun nantinya sudah dapat masker, mereka akan mematok harga normal.
“Untuk harga masker kami memang tidak menaikan, anjuran dari pusat untuk tidak menaikan harga masker. Harga normal Rp2.000 per satu lembarnya,” katanya.
Grace (20) Kasir apotik Joe Farma menuturkan, sudah dua bulan ini masker kosong. Dari pusatnya yang kosong, karena pihaknya sudah berapa kali pesan masker tersebut.
“Sudah dua bulan terakhir masker kosong pak, harga masker Sensi masih Rp40.000 per satu kotaknya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih Happy Tedjo menjelaskan, mereka sudah dirapatkan pak Wali Kota (Wako) Prabumulih dan pihak Inspektorat Prabumulih.
“Siapa siapa saja yang punya informasi, tolong diinfokan pada kami karena kita tetap butuh, termasuk kepolisian, kejaksaan siapa yang pengadaan itu. Makanya sekarang penggunaan APD masker itu untuk yang memeriksa atau untuk yang SAKIT. Jangan menghambur hamburkan karena kita tidak tahu ini akan berlangsung beberapa lama”ungkapnya.
Dikatakan Tedjo, kalau pun ada, akan diprioritaskan untuk petugas medis yang menangani pasien.
“Sampe sekarang belum ada kontribusi perusahaan BUMN yang ada di Prabumulih. Kemarin ada tim mau butuh 1.000 lembar, tapi tidak dapat juga sampai sekarang,” ujarnya
Editor : Nefri














