BERITA TERKINI

Tips Ulfa Saat Belanja Kebutuhan Ramadhan Di Tengah Pandemi Covid-19

×

Tips Ulfa Saat Belanja Kebutuhan Ramadhan Di Tengah Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini

Reporter: EP

PRABUMULIH, Mattanews.co Pasar Inpres, tepatnya dibelakang Pasar Tradisional Modern jalan M. Yamin Kota Prabumulih, terlihat ramai pengunjung. Banyak pembeli yang memanfaatkan momen jelang bulan suci Ramadan tahun ini, untuk berbelanjan dan menyimpan bahan makanan saat berpuasa nanti.

Salah satunya, seperti diungkapkan oleh Ulfa (42), warga Kelurahan Prabujaya Prabumulih timur, ibu rumah tangga ini, awalnya merasa takut ke pasar, tapi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dia harus kepasar berbelanja.

“Tipsnya ya, tetap waspada dan menjaga jarak serta menggunakan masker. Selain itu pulang dari pasar langsung mandi, sebelum beraktivitas di dalam rumah,” jelasnya, pada Mattanews.co, kamis (23/04/2020).

Sementara itu, Indri (36) saat ditanyai tentang aktivitas dipasar ini mengatakan, meski dalam suasana pandemi covid -19, pengunjung pasar ada yang berdesakan, dan tak jarang beberapa dari mereka, tidak menggunakan masker saat berbelanja memenuhi kebutuhan masing-masing

“Namun keadaan ini diharapkan tetap aman meski berada di tengah pandemi virus Corona,” terang Indri.

“Kita berharap semuanya baik-baik saja karena tidak ada yang mau terjangkit virus Corona, selain itu kita juga tidak mau kebutuhan kita tidak terpenuhi selama berdiam diri di rumah,” tambahnya.

Harga Ayam Masih Murah

Berdasarkan pantauan media ini, dalam kondisi pandemi virus Corona harga ayam di pasaran terbilang anjlok, karena harga yang biasanya mencapai Rp 20.000 hingga Rp 25.000, kini hanya dibandrol Rp 15.000 per kilogram.

Hal ini menurut Henri, salah seoramg pedagang ayam di Pasar jalan M Yamin , disebabkan karena banyaknya stock ayam di kandang, sedangkan masyarakat yang menggelar hajatan juga tidak ada,  karena mematuhi himbauan dari pemerintah Pusat, untuk memutuskan rantai penularan covid-19.

“Sekarang ini di pasar sepi pembeli dan jumlah ayam di kandang stoknya banyak, jadi harga ayam di pasaran turun hingga menjadi Rp 15.000 per kilonya dari  sebelumnya Rp 23ribu,” bebernya.

Pria ini menjelaskan saat ini bahkan omset penjualan terbilang menurun dari biasanya, jika dalam satu hari bisa menjual lebih dari 3 pikul ayam, namun saat ini paling tinggi dua pikul, itupun dari pagi hingga sore. Meski sejak corona sepi pengunjung, dia dan pedangang lainnya tetap menjajakan ayam di pasar.

“Masyarakat banyak takut dengan Corona, Namun kita harus tetap memenuhi kebutuhan. Walaupun sekarang banyak rumah makan yang tidak jualan, tapi kita tetap menyediakan ayam di pasar dari pagi hingga sore hari,” tandasnya.

Editor : fly