Reporter : Nasir
BANYUASIN, Mattanews.co – Keberadaan Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Pagar Bulan Zulkarnain (44) hingga kini masih misterius.
Pejabat desa di Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, dikabarkan hilang sejak hari Selasa, 20 April 2020 lalu.
Pihak keluarga yang terus mencarinya pun hingga hari ini, belum menemukan hasil. Akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.
Awalnya, Zulkarnain berangkat dari rumahnya ke Palembang, dalam rangka urusan desa.
Pj kades tersebut berangkat menggunakan kendaraan Toyota Avanza warna hitam dengan Nomor Polisi Nopol BG 1047 QF.
Asmadi, adik kandung Zulkarnain, mengatakan, saudaranya tersebut ke Palembang karena ada urusan pribadi pad hari Senin (19/4/2020).
Namun hingga hari Sabtu (25/4/2020), kakaknya belum juga pulang.
“Kami sudah mencari informasi keberadaan kakak saya, baik dengan teman dan keluarga yang ada di Palembang. Namun belum juga menemukan informasi. Untuk itu saya melaporkan kejadian ini ke Polda Sumsel,” ujarnya, dalam surat laporan ke Polda Sumsel beredar di media sosial (Medsos).
Dalam keteranganya ke pihak kepolisian, Zulkarnain berangkat dari rumah menggunakan baju kemeja garis putih dan celana panjang hitam.
Sedangkan ciri-ciri tubuhnya yaitu kulit sawo matang, rambut lurus pendek, ada tahi lalat di pipi dan ada benjolan di siku sebelah kanan.
“Bagi pihak yang melihat keberadaan kakak kami segera menghubungi kami ke nomor telepon 081369531514,” ungkapnya.
Swlain menjadi Pj Kades Pajar Bulan, Zulkarnain juga tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Seiring dengan kabar kehilangan Zulkarnain, ada juga pesan berantai di aplikasi chatting WhatsApp yang tersebar tentang keberadaan Zulkarnain.
Dalam pesan berantai tersebut, dituliskan jika Asmadi sudah dapat menghubungi Zulkarnain, pada hari Jumat (24/4/2020), sekitar pukul 20.55 WIB.
Zulkarnain ditemukan di Lampung dalam keadaan sehat. Kini, mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Kota Palembang
Ketika awak Mattanews.co memastikan informasi tersebut, sayangnya nomor telepon Asmawi tidak dapat dihubungi.
Editor : Nefri














