Reporter : Mateus Tekege
DEIYAI, Mattanews.co – Pemimpin adalah cermin bagi bawahan, segala tindakannya, akan menentukan bagaimana bawahan akan bersikap. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin haruslah memberikan teladan yang baik kepada bawahan.
Cara berpakaian dan berbicara serta berpidato di publik juga menentukan sikap kepribadian sebagai pemimpin, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, Drs. Fransiscus Mote, M. “Mulai segala sesuatu dari diri kita sendiri. Pimpin diri kita sendiri sebelum memimpin orang lain. Jika sudah bisa konsisten dengan ini, maka kita sudah memenuhi salah satu kriteria untum menjadi pemimpin ideal,” ujarnya, jumat (31/04/2020), di Papua.
Seorang pemimpin itu terang F.X.Mote, ketika pemimpin memberikan perintah, maka dia tidak hanya sekadar memerintahkan. Lebih dari itu, dia juga harus memiliki kerendahan hati, terbuka untuk berdiskusi, menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi memajukan suatu daerah yang sedang dipimpin.
“Sikap pemimpin seperti ini biasanya sangat disukai oleh bawahan. Dengan begitu, akan muncul rasa hormat dari bawahan terhadap kita,” lanjut Ketua Umum Lembaga Pembinaan Pesparani Katholik Provinsi Papua ini.
Lebih lanjut Mote menceritakan, seorang pemimpin harus mengasah keterampilan memimpin secara konsisten. Menjadi seorang pemimpin yang ideal membutuhkan proses. Setiap individu punya potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Tinggal bagaimana individu memiliki bertekad untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menjadi pemimpin yang fleksibel, artinya bisa menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di daerah yang dipimpin. Ini merupakan cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan dalam urusan memimpin. Karena dengan begitu, seorang pemimpin akan mengetahui bagaimana harus bersikap di berbagai situasi.
Sebagai manusia kata F.X Mote, kita tak pernah luput dari yang namanya kesalahan, Hal ini berlaku juga bagi seorang pemimpin. Namun tak sedikit orang yang tidak mau mengakui kesalahannya. Hindari hal ini jika ingin dicap sebagai seorang pemimpin sejati. Di sisi itu akan terlihat lemah dan tidak berintegritas sehingga mengakui kesalahan kita justru akan membuat kita dihormati oleh bawahan kita.
“Kita pasti bisa menjadi pemimpin hebat dan ideal, Jika semua langka diawali dengan doa. Bersiaplah untuk menjadi pemimpin hebat. Gaya kepemimpanan kita yang baik bisa dijadikan contoh bagi para pemimpin lain,” tutupnya.
Editor : fly














