Reporter : Poppy Setiawan
JAKARTA, Mattanews.co– Dukhan menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan masyarakat belakangan. Fenomena dukhan adalah kabut atau asap digosipkan akan terjadi pada 15 Ramadhan 1441 H atau 8 Mei 2020, akibat tabrakan meteor dengan bumi.
Beredar kutipan hadits di grup-grup WhatsApp (WA) dan medsos bahwa Dukhan akan terjadi pada hari Jumat 15 Ramadhan.Kabar adanya peristiwa Dukhan di hari ke-15 Bulan Ramadan, yakni ‘Dukhan Akhir Zaman’ bermula dari video yang tersebar di media sosial.
Bahkan ada salah satu akun YouTube Sahabat Aswaja mengunggah video berisi hadist yang membahas soal terjadinya (Dukhan) di hari Jumat Ramadhan malam ke-15 tersebut.
Berikut isi hadistnya:
عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إذا كان صيحة في رمضان، فإنه يكون معمعة في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم، وما المحرم؟ يقولها ثلاث مرات، هيهات هيهات يقتل الناس فيه هرجاً هرجاً، قلنا: وما الصيحة يا رسول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هذه توقظ النائم، وتقعد القائم، وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة الجمعة، في سنة كثيرة الزلازل والبرد، فإذا وافق شهر رمضان في تلك السنة ليلة الجمعة، فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة في النصف من رمضان فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم وسدوا كواكم ودثروا أنفسكم، وسدوا آذانكم، فإذا أحسستم بالصيحة فخروا لله سجداً، وقولوا: سبحان القدوس، سبحان القدوس، ربنا القدوس، فإنه من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل هلك)
“Dari Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila terdapat suara yang dahsyat di bulan Ramadan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal.
Akan banyak golongan manusia yang saling memisahkan diri di bulan Dzulqa’dah. Akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan al-Muharram. Apa yang harus dilakukan di bulan al-Muharram?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi hal tersebut sampai tiga kali. Sangat disayangkan sekali saat itu manusia saling membunuh dan keadaannya sangat kacau.
Maka kami bertanya, “Apa suara dahsyat itu wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, “Suara itu terjadi di pertengahan bulan Ramadan, bertepatan dengan malam Jumat dan suara dahsyat ini akan membangunkan orang-orang yang sedang tidur, menjatuhkan orang-orang yang sedang berdiri, dan menjadikan para wanita terhempas keluar dari kamar-kamarnya.
Pada saat itu akan banyak terjadi gempa bumi dan cuaca yang sangat dingin.
Hal itu apabila (pertengahan) bulan Ramadan di tahun itu bertepatan dengan malam Jumat.
Apabila kalian telah melaksanakan salat Subuh di hari Jumat pada pertengahan bulan Ramadhan, maka masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, kuncilah pintu-pintu kalian, tutuplah jendela-jendela kalian, selimutilah diri-diri kalian, dan tutuplah telinga-telinga kalian.
Apabila kalian merasa ada suara dahsyat, maka menyungkurlah sujud kepada Allah dan ucapkanlah,
“Maha Suci Allah yang Maha Suci, Maha Suci Allah yang Maha Suci, wahai Rabb kami yang Maha Suci.”
Barangsiapa yang mengamalkan hal tersebut maka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengamalkannya, maka niscaya akan celaka.”
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan yang dikutip mattanews.co dalam channel Youtube Aku Suka 14 Ramadhan Spesial Edition-Isu DUKHAN dan Benturan Asteroid.
kiamat sepenuhnya menjadi rahasia Allah SWT sedangkan manusia hanya diberi tahu tanda-tandanya. Informasi seputar kejadian di 15 Ramadhan tersebut ada dalam Kitabul Fitan dari Imam Nu’aym bin Hammad.
“Secara singkat pembahasan ada di halaman 228 nomor pembahasan 638. Secara singkat disampaikan, pada pertengahan atau 15 Ramadhan malam Jumat akan ada pekik suara yang kencang hingga mengakibatkan orang tidur menjadi bangun karena kagetnya,” kata Ustadz Adi Hidayat.
Hadist kejadian 15 Ramadhan inilah yang dianggap melegitimasi kejadian kedatangan asteroid, menimbulkan pekik kencang, hingga muncul asap yang disebut dukhan. Kitab tersebut juga menyebutkan amalan menghadapi dukhan yang diucapkan saat matahari mulai bersinar keesokan harinya.
Isu dukhan inilah yang kemudian menyebar di kalangan masyarakat umum dan menjadi tanda-tanda kiamat. Apalagi pertengahan atau 15 Ramadhan 2020 jatuh di malam Jumat sesuai pernyatan dalam hadist. Isu kemudian berkembang tanpa ada pemeriksaan kualitas informasi yang menjadi sumber referensi dalam Kitabul Fitan.
Untuk memeriksa kualitas informasi, menurut Ustadz Adi Hidayat sebaiknya dikembalikan pada para ahli dalam ilmu hadist. Hal ini dikarenakan, isu dukhan dan benturan asteroid menyinggung hadist dan riwayat yang sesuai dengan bidang keilmuan para ahli. Kualitas informasi bisa diketahui dari kolom komentar sebelum bagian pembukaan dalam Kitabul Fitan.
“Dari Imam An-Nasa’i berkomentar, Imam Nu’aym ini sering beda dengan imam lain yang populer dan otoritatif. Dia sering menyelisihi pendapat lain. Dalam kaidah ilmu hadist, jika ada pendapat yang menyelisihi pendapat lain yang lebih kredibel maka yang menyelisihi ditinggalkan,” kata Ustadz Adi Hidayat.
Karena sering menyelisihi inilah, pendapat Imam Nu’aym dalam konteks hadist tidak bisa dijadikan hujjah. Makna hujjah adalah dalil, tanda, bukti, atau alasan. Selama menjelaskan isu dukhan, Ustadz Adi Hidayat terlihat membaca langsung dari hasil perbanyakan Kitabul Fitan, yang sempat ditunjukkan langsung ke kamera.
Menurut Imam An-Nasa’i, jika hadist dalam Kitabul Fitan tidak bisa menjadi dalil maka hadist tersebut ditolak dan diabaikan. Hadist tersebut tidak perlu menjadi bahan pikiran, sehingga bisa segera ditinggalkan tanpa perlu bikin panik.
Imam Ibnu Al-Qasim juga ikut berkomentar yang menguatkan pendapat Imam An-Nasa’i. Ustaz Adi menjelaskan, menurut Imam Ibnu Al-Qasim sang penulis Kitabul Fitan memiliki banyak hadist munkarah. Yaitu hadist yang ditolak, karena hanya Imam Nu’aym yang menulis riwayat tersebut tanpa disertai Imam yang lain.
Dengan keterangan dari para Imam yang kredibel, maka sudah sewajarnya para muslim tak perlu mengkhawatirkan isu dukhan dukhan dan benturan asteroid. Alih-alih panik soal tanda-tanda kiamat, para muslim sebaiknya mengevaluasi amal baik yang telah dilakukan tiap hari.
Jika amal dan sholatnya baik, maka para muslim tak perlu khawatir karena sebetulnya kiamat dihadapi setiap hari. Kiamat ini adalah kemungkinan meninggal tiap hari yang disebut kiamat sughra (kecil). Dengan selalu melakukan amal baik maka hati menjadi lebih tenang menghadapi berbagai risiko dan kemungkinan dalam kehidupan.
Selain soal amalan, Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran suatu isu atau informasi. Terbiasa mengecek validitas mencegah para muslim terpapar info yang diragukan atau salah. Kebenaran informasi memungkinkan tiap muslim saling bersinergi meningkatkan amal baik setiap saat.
Editor : Poppy Setiawan














