Reporter : Mateus Tekege
MEEPAGO PAPUA, Mattanews.co– Besok Minggu, (10/5/2020) seluruh wilayah meepago akan melakukan penutupan akses tarnsportasi darat,laut dan udara di Papua.
Sebelumnya pada hari rabu kemaring asosiasi Bupati wilayah Meepago menyepakati untuk melakukan penutupan total akses transportasi darat, laut dan udara yang selalu inpor penumpang dan atau barang ke seluruh wilayah Meepago akan tutup selama 14 hari kedepan. Penutupan akses transportasi tersebut mulai besok hari minggu tanggal 11 – 25 Mei 2020.
Untuk penutupan Jalan Trans Nabire-Ilaga, penutupan akses jalan diperuntukkan untuk semua kendaraan roda dua mapun roda empat terkecuali kendaraan pelayanan kesehatan dan bahan bakar minyak.
Pernyataan dan kesepakatan oleh para asosiasi Bupati Meepago yakni, Bupati Nabire: Isaias Douw. Bupati Dogiyai: Yakobus Dumupa. Bupati Deiyai: Ateng Edowai. Bupati Paniai : Meki Nawipa dan Bupati Intan Jaya: Natalis Tabuni.
Hal tersebut diatas ditanggapi serius oleh kepala suku umum Deiyai melalui sekertaris umum (Sekum) Serafianus Ikomow, mengatakan kalau memang asosiasi Bupati meepago mau lockdwon selama dua pekan mendatang.
Oleh sebab itu kata Ikomow, mestinya sebelum melakukan lockdwon oleh asosiasi Bupati meepago memberikan bantuan berupa Sembako, Bama dan/atau uang kepada seluruh masyarakat kita di meepago untuk dipersiapkan dan kemudian dipergunakan selama Lockdwon berlangsung di Meepago. Tanggapan serius Ikomow, Sabtu (9/5/2020).
Pemerintah sudah ajarkan masyarakat dengan beras Raskin, Dana Desa Supermi, ayam potong dll. Kini masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi barang barang dagangan inpor dari luar. Karena itu, kata Dia, Pemerintah harus lakukan pembagian sembako atau berupa uang sebelum lockdwon dilakukan.
Sementara itu ditempat yang beda, Tokoh pemuda Deiyai Piet Pigome mengatakan, jika masyarakat mati kelaparan pasca lockdown berlangsung di meepago siapa yang akan tanggung jawab nyawa manusia.
Kendati hampir semua masyarakat di meepago sudah terbiasa makan Ubi tetapi kini tali perut mereka (masyarakat) sudah dibentukan dengan beras raskin sehingga berharap supaya asosiasi Bupati meepago bahwa sebelum lockdwon berlangsung harusnya mempesiapkan di segala aspek secara matang. Ungkapan nada tegas pigome.
Editor : Poppy Setiawan














