Reporter : Anang
PALI, Mattanews.co – Bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Covid-19 sepertinya banyak yang di duga dijadikan kampanye terselubung oleh para Kepala Daerah yang bakal mengikuti Pilkada serentak 2021, tak terkecuali di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Karena dengan alasan apa seseorang kepala daerah yang memasang foto dan namanya pada Sembako yang dia bagikan kepada masyarakatnya kalau bukan tujuan kampanye apalagi di foto tesebut tidak disertakan foto wakilnya jelas menjadi tanda tanya.
Kalaupun sembako tersebut dibeli dari uang pribadi kepala daerah, namun disertai memasang label foto dan nama kepada daerah, justru hal itu menunjukan ketidak ikhlasannya membantu masyarakatnya sendiri melainkan meminta pujian semata, karena membatu masyarakat merupakan tujuan utama seorang Kepala Daerah.
Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengkritik bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19) yang disertai foto Gubernur Sultra Ali Mazi yang menjadi viral di media soaial maupun masyarakat setempat.
Lewat akun Twitter pribadinya, Syarif mengunggah foto karung-karung berisi kebutuhan pokok yang tertera wajah Ali Mazi. Di karung itu terlulis keterangan ‘Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.’
Syarif pun mempertanyakan berapa biaya mencetak foto sang Gubernur di karung bantuan tersebut. Ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut juga menggunakan uang rakyat, bukan uang pribadi.
“Itu bantuan pemerintah pakai uang rakyat, Tidak pakai uang pribadi. Kalau pakai uang pribadipun, lebih mulia kalau tidak pakai foto. Tangan kanan memberi-tangan kiri tidak mengetahui,” tulis Syarif lewat @LaodeMSyarif, Selasa (05/05/2020).
Adanya kepala daerah yang menfaatkan situasi pandemi Covid-19 ini untuk kampanye. Mendagri Tito Karnavian mengingatkan para kepala daerah untuk tidak menjadikan bantuan sosial atau bansos penanganan dampak virus corona (Covid-19) sebagai ajang kampanye. Hal ini disampaikan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik.
Dia menambahkan Tito juga mengajak semua elemen masyarakat untuk mengawal penyaluran bansos saat pandemi corona ini. “Pastinya Pak Mendagri selalu mengingatkan semua kepala daerah,” kata Akmal yang dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (08/05/2020).
Akmal menjelaskan pengawasan bansos terutama dalam dugaan kampanye didaerah daerah, tidak akan optimal jika hanya dilakukan pemerintah pusat. Sebab menurutnya pemerintah punya keterbatasan dalam hal tersebut.
Dia berpendapat semua pihak, mulai dari DPRD, aparat penegak hukum, media massa, hingga masyarakat harus ikut dalam mengawasi bansos agar tepat sasaran. “Harusnya, tidak ada ruang bagi seorang kepala daerah untuk menyalahgunakan bansos tersebut, bila peran masing-masing berjalan dengan baik,” ujar Akmal.
Sebelumnya, dugaan penyelewengan bansos corona untuk kepentingan kampanye mencuat ke publik usai kasus Bupati Klaten Sri Mulyani. Bansos di kabupaten itu, baik berupa sembako hingga buku tulis siswa, ditempeli stiker wajah sang Bupati.
Kejadian ini sempat dibawa DPR saat rapat dengan pemerintah. Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyebut bantuan sosial senilai miliaran rupiah digunakan kepala daerah untuk kampanye jelang Pilkada.
“Bahkan kepala-kepala daerah yang tidak pakai lagi kesantunan, ini dalam rangka pemilihan kepala daerah kok bisanya sembako dari realokasi itu bisa menggunakan logo partai tertentu,” ujar Felly dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPR RI yang disiarkan langsung situs dpr.go.id, Selasa (05/05/2020)
Kejadian bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak covid -19 yang menggunakan foto kepala daerah juga terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kapuapaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan. Beredar di media sosial bantuan Sembako yang disertai foto dan nama Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
”Alhamdulillah…subhanallah..
Diakun facebook yang lain, salah seorang warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) juga menulis statusnya yang disharenya ke salah satu group facebook. Dia mempertanyakan bantuan sosial Bupati Kabupaten PALI yang disertai foto Bupati tersebut.
”Assalamualikum, sebe|umnya saya mohon m’f ya,, saya ingin bertanya kepada saudara2,,di desa kami ada bantuan bahan pokok,,berupa beras 8. mie supermi,,apakah dari pemerintah pusat, atau dari bpk h heri amalindo,,masa|ahnya berlogo bpk bupati,, mohon di jelaskan,” tulisnya.
Editor : Anang














