Reporter : Mateus Tekege
DEIYAI PAPUA, Mattanews.co– Beragam Turunan Program/kegiatan yang penting harus diarahkan adalah kesiapan alkes, antisipasi krisis ekonomi dengan gerakan mengangkat pangan lokal secara holistik dan berkelanjutan. Menteri keuangan RI mengintruksikan bahwa setiap daerah segera realokasi dana untuk konsentrasi pada Covid-19. Maka ini kesempatan untuk para Bupati menyiapkan juga mengarahkan kebijakan yang sifatnya antisipasi baik Kesehatan dan Ekonomi lokal.
Kebijakan tidak harus menyiapkan alat kesehatan saja tetapi perlu pertimbangkan dampak dari virus disektor lain. Misalkan keputusan stay at home diberlakukan maka sektor ekonomi terancam bagi masyarakat yang secara Ekonomi kelas bawa. Juga keputusan PSBB atau Lockdown berkala lokal, faktor kesiapan ekonomi masyarakat yang berada dikelas bawa perlu dipertimbangkan secara baik.
Dalam hal ini, dimeuwo dalam rangka menghadapi covid-19 sementara virus belum masuk khususnya di kabupaten Deiyai kebijakan yang tepat adalah Pemerintah Berani ambil keputusan untuk ‘BERKEBUN & BETERNAK’ secara kompak dan menyeluruh di seluruh kampung. Dana yang diarahkan untuk itu.
Jika Pemda bagikan uang Rp. 600 ribu PER-KK atau kepada masyarakat yang tergolong miskin maka itu kebijakan tidak menunjang kehidupan dihari ini maupun mendatang. Misalkan jika dibagi PER-KK 600-ribu maka pasti 600 ribu main TOGEL lalu akan habis dalam sehari itu. Bagi UANG & SEMBAKO (Beras, Gula, dll) bukan kebijakan yang membantu masyarakat di hari esok dan kedepan namun itu sifatnya merespon dalam kondisi sesaat saja.
Apakah momen covid-19 ini akan Pemda Deiyai bisa merealokasikan anggaran untuk membangun pangan lokal yang bisa menunjang dasar kehidupan di hari ini, esok dan selanjutnya..?
“Semua bisa asalkan ada komitmen, keberanian, momen juga hal lain bisa disepekati dan di komunikasikan bersama,” Jelas Ketua BMDS Deiyai Mando Mote.
Editor : Poppy Setiawan














