BERITA TERKINI

Kabupaten OKI Siap Terapkan New Normal

×

Kabupaten OKI Siap Terapkan New Normal

Sebarkan artikel ini

Reporter : Rachmat Sutjipto

OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Kesiapan Pemerintahan Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Dumsel) mewacanakan penerapan tatanan hidup normal baru (new normal), sebagai langkah optimisme setelah pademi Corona Virus Disease 2019 semakin mantap.

Secara teori, masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan harus mengikuti tatanan hidup normal baru. Harapannya, masyarakat dapat kembali produktif, roda ekonomi kembali bergerak, dan tetap aman dari Covid-19.

Bupati OKI Iskandar mengatakan, kebijakan yang diambil bukan hanya berdasarkan hasil pemufakatan seluruh elemen masyarakat OKI.

Namun menurutnya juga memperhitungkan dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kasus baru Corona relatif rendah.

Bahkan, dari 60 pasien negatif yang tercatat, saat ini dinyatakan negatif Covid-19,

“Berdasarkan hasil kurva kasus Positif Covid-19 cenderung melandai. Hal ini terlihat sejak 8 mei lalu. Bahkan seluruh kasus positif, dengan hasil uji lab negatif keseluruhan. Ini juga yang menjadi mendasari kebijakan tatanan hidup baru,” ujarnya, di Kayuagung, Selasa (2/6/2020).

Kendati memasuki penerapan tatanan normal, penerapannya sendiri akan berlangsung bertahap dengan memperhatikan sejumlah protokol kesehatan harus dipatuhi.

Dikatakannya, sarana rumah ibadah merupakan tempat pertama kali dibuka sebagai ungkapan rasa bersyukur. Karena telah melewati masa sulit terutama dalam beberapa bulan terakhir.

“Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) dan jemaah tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19. Selain sediakan tempat cuci tangan di masjid, jemaah harus pakai masker, bawa sajadah dari rumah dan jaga jarak. Ini sebagai bentuk kewaspadaan, Mesjid dibuka ruangnya tetapi harus tetap jaga protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah,” harap Iskandar optimis.

Menurutnya, pandemi Corona sekitar tiga bulan terakhir, telah berdampak luas pada terhambatnya hampir seluruh aktivitas ekonomi masyarakat. Terutama sektor informal yang sebagian besar langsung terhenti.

Banyak pekerja kehilangan mata pancarian, perusahaan yang merugi, bahkan terpaksa menutup usaha.

Akhirnya banyak pekerja sektor formal dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja.

Ancaman pengangguran yang meningkat akan mendorong lonjakan angka kemiskinan.

Menyadari hal tersebut, meski tidak diketahui secara rinci penanganan terhadap pelaku ekonomi.

Namun Iskandar mengatakan, pergerakan roda ekonomi terutama sektor pasar rakyat. Serta sejumlah perkantoran low risk merupakan target untuk difungsikan penuh secara bertahap,

“Fungsional kegiatan ekonomi memiliki dampak ekonomi besar, yakni industri dan perkantoran, dan pasar tradisional. Terutama diperkantoran, di mana orang yang hilir-mudiknya orang-orang itu saja, lalu di pasar-pasar rakyat dengan menerapkan protokol ketat,” katanya.

Berbeda dengan beberapa sektor yang telah ‘berdamai’ sebelumnya.

Seperti sektor pendidikan merupakan kebijakan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kabupaten OKI sendiri, tetap meliburkan dengan belajar jarak jauh di rumah hingga pertengahan Juni mendatang.

Sama halnya dengan kegiatan keramaian serta perhelatan resepsi pernikahan atau sejenisnya, Iskandar mengatakan rumusan terkait hal itu merupakan kebijakan pusat.

Namun, dia memastikan rileksasi yang akan ditempuh nantinya, memerlukan kedisplinan warga terhadap penerapan protokol kesehatan.

Dalam hal ini, pemkab OKI menggandeng unsur penegak hukum seperti TNI/Polri, dan penegak Perda yaitu jajaran Pol-PP untuk memulai tatanan hidup normal baru secara disiplin diri,

“Disiplin diri bukan saja membantu diri sendiri, tetapi menyelamatkan orang lain. Kami mdmeminta aparat dari TNI, Polri dan Satpol PP untuk mendisiplinkan warga secara humanis, dalam beraktivitas agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Editor : Nefri