Reporter : Nasir
BANYUASIN,Mattanews.co – Kabar kematian SN, warga asal Kelurahan dan Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin sebagai pasien di Rumah Sakit SD Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), masih menjadi tanda tanya bagi keluarga SN.
SN sebelumnya dirawat inap lebih 20 hari, yang akhirnya divonis oleh pihak medis di RS tersebut bahwa sebagai pasien positif covid-19.
Tak lama ditetapkan covid, kemudian SN dikabarkan meninggal dunia.
Namun pihak keluarga SN, malah belum memdapatkan keterangan secara resmi oleh pihak rumah sakit hampir satu bulan.
Bahkan mereka tak ada yang tahu proses kematian dan penguburan SN.
“Kabar kematian ayah hingga saat ini kami sebagai anak kandung, semua keluarga dan kerabat di Betung Banyuasin mengaku tidak tahu, sama sekali mengetahui persis peristiwa kematianya,” ucap Bambang, anak SN, Selasa (9/6/2020).
Menurutnya, dari pihak rumah sakit tempat SN dirawat tidak memberikan informasi secara resmi dan kabar kematian tersebut.
Mereka hanya dapat dari media sosial (medsos) WhatsApp dan Facebook yang viral.
Bahkan mereka menghubungi pihak rumah sakit, namun tidak ada balasannya.
“Kami sebagai anak kandung sampai saat ini belum ada kabar secara resmi dari rumah sakit tempat ayah dirawat jika ayah itu telah meninggal dunia, sebab setelah lebih 20 hari dirawat inap dan divonis covid oleh pihak medis dirumah sakit itu, kami diminta melakukan isolasi mandiri,” katanya.
Dia pun menyayangkan, kabar meninggal ayahnya baru diketahui dari medsos, bukan dari pihak rumah sakit.
Sebelum divonis terjangkit Covid-19, ayahnya sudah menderita sakit komplikasi berat lebih dari 15 tahun.
“Ayah sempat dirawat inap di klinik di Betung lebih dari atu pekan, tidak ada perubahan bahkan lebih parah sakitnya, lalu kami sepakat dirujuk di Rs. SD itu,” ucapnya.
Sekitar 15 hari dirawat inap disana, tim medis memvonis SN menderita Covid-19.
Keluarga SN sempat disuruh untuk melakukan isolasi mandiri. Sepekan kemudian, mereka mendapat kabar kematian SN, dari salah satu petugas kesehatan di rumah sakit dan di medsos.
“Padahal sudah viral bahwa ayah meninggal dunia. Tapi hingga detik hari ini, kami belum mengetahui sesungguhnya ayah itu telah meninggal dunia apa belum itu tidak jelas,” katanya.
Jika ayahnya sudah berpulang, lanjutnya, pihak keluarga pun sudah mengikhlaskannya.
Namun dia mengharapkan ada surat resmi dari rumah sakit tersebut. Karena hingga kini mereka masih mendapatkan informasi yang simpang siur.
“Meninggalnya jam dan tanggal berapa, kami tidak tahu. Jika sudah dimakamkan, kami butuh surat secara resmi,” ungkapnya.
Saat dimintai keterangan, salah satu petugas di rumah sakit tersebut enggan memberikan pernyataan resmi.
“Bukan kapasitas kami memberikan pernyataan tersebut, karena ada aturannya. Silahkan temui humas rumah sakit saja,” katanya.
Aditor : Nefri














