Reporter : Mokshen Rumeu
FAKFAK Mattanews.co – Dengan adanya kebijakan Satuan Tugas (Satgas) yang memulangkan warga Fakfak yang sedang berada diluar daerah Fakfak, karena terkait dampak Covid-19, agar dapat dipahami dengan baik dan diterima oleh masyarakat.
Dandim 1803/Fakfak Letkol INF. Yatiman, A.Md, yang juga selaku wakil ketua Gugus Tugas Covid – 19 mengungkapkan, dengan adanya kebijakan tersebut merupakan pilihan sulit yang diambil Satgas Covid-19.
“Untuk hari ini, ada sekitar 50 – 60 orang warga Fakfak, yang datang dari Sorong dengan menggunakan KMP Kalabia, dan mereka langsung dikarantina sesuai protokol kesehatan,” katanya. Kamis (11/6/2020).

“Langkah ini dilakukan atas pertimbangan asas kemanusian,” lanjut Dandim.
Dikatakan Dandim, Gubernur Propinsi Papua, saat ini sedang memulangkan seluruh masyarakat luar yang terjebak dampak Covid-19 di Jayapura. Sehingga semua itu harus dipikirkan oleh Satgas Covid-19, untuk ngambil langkah.
“Dengan kebijakan Gubernur Papua itu, tentunya mempengaruhi psikologis masyarakat Fakfak yang terjebak disana,” ucapnya.
Oleh karena itu, dengan pertimbangan strategis Gugus Tugas Fakfak, untuk mengambil sikap memulangkan masyarakat Fakfak yang terjebak diluar secara bergelombang atau berangsur.
“Masyarakat Fakfak terjebak diluar sana bukan orang lain tetapi mereka adalah keluarga keluarga kita di Fakfak,” ucapnya.
Dandim melanjutkan bahwa, sudah tiga bulan lebih mereka terlunta-lunta di daerah orang, bagaimana dengan tinggalnya disana, makan dan minumnya juga bagimana, serta hal lain yang menjadi kebutuhan mereka disana.
Dengan pertimbangan pertimbangan asas kemanusian itu, sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak, melalui Gugus Tugas untuk dapat memulangkan mereka ke Fakfak guna menghilangkan rasa akibat dari dampak Covid – 19.
“Bukan karena Pemda ataupun Gugus Tugas mencari aman maupun egoisme, melainkan hanya karena mengedepankan asas kemanusian,” tutup Dandim.
Editor : Fly














