Reporter : Poppy Setiawan
JAKARTA, Mattanews.co– Setelah berpuasa di bulan Ramadhan, umat muslim masih bisa menunaikan ibadah puasa Sunnah di bulan Syawal atau bulan lebaran idul fitri dalam penanggalan Hijriah.
Perintah wajib berpuasa bagi umat Islam hanya berlaku sepanjang Ramadhan, yaitu selama 29 atau 30 hari. Namun, terdapat puasa-puasa sunah yang dapat dikerjakan umat Islam sepanjang tahun, termasuk puasa Syawal selama 6 hari, Puasa Arafah pada 9 Zulhijah, Puasa Asyura pada 10 Muharam, dan puasa Senin-Kamis.
Hukum mengerjakan Puasa Syawal adalah sunah. Diriwayatkan dari jalur Abu Ayyub Al Anshory, Nabi Muhammad saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari pada bulan Syawal, maka dia bagai berpuasa setahun penuh.” (H.R. Muslim)
Saat ini Rabu (17/6/2020) bertepatan dengan tanggal 25 Syawal 1441 H. Artinya masih ada tersisa 4 atau 5 hari dibulan Syawal.
Puasa Sunnah ini adalah Puasa Syawal. Puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari di bulan Syawal, kecuali pada tanggal 1.
Dalam beberapa penyebutan lainnya, puasa Syawal juga dikenal dengan puasa enam.
Seperti diketahui, puasa pada tanggal 1 Syawal hukumnya haram dilakukan karena pada tanggal tersebut adalah hari raya Idul Fitri
Bagi yang belum menunaikan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, masih tersisa waktu 5 hari lagi. Sebagaimana sabda Nabi, puasa sunnah 6 hari Syawal merupakan penyempurna dari puasa di bulan Ramadhan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺛُﻢَّ ﺃَﺗْﺒَﻌَﻪُ ﺳِﺘًّﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّﺍﻝٍ ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺼِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Dari Tsauban bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barang siapa berpuasa 6 hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas 10 kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah No. 1715)
Untuk diketahui, setelah Syawal umat Islam akan memasuki bulan Haram (Dzuqa’dah) di mana pada bulan itu terdapat banyak keutamaan untuk mengerjakan amal saleh. Semoga kita diberi taufik untuk menghidupkan puasa sunnah 6 hari Syawal.
Sekadar mengingatkan, berikut tata cara puasa sunah syawal :
1. Puasa Sunnah Syawal dilakukan selama 6 Hari.
2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
3. Lebih utama dilakukan secara berurutan, namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
4. Usahakan untuk menunaikan qadha puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
5. Boleh melakukan Puasa Syawal pada Hari Jumat dan Hari Sabtu.
Niat Puasa Sunnah Syawal
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ِﺳﺘَﺔٍ ِﻣﻦْ ﺷَﻮَﺍﻝٍ ﺳُﻨَﺔً ِﻟﻠَﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻲ
Nawaitu Shauma Ghadin ‘Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.
“Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala”.
Editor : Poppy Setiawan














