NUSANTARA

Lakukan Protes, Warga Desa Muara Maung Blokir Akses Jalan Empat Perusahaan Tambang

×

Lakukan Protes, Warga Desa Muara Maung Blokir Akses Jalan Empat Perusahaan Tambang

Sebarkan artikel ini

Reporter : Agustoni

LAHAT,Mattanews.co – Aksi protes dengan cara turun kejalan dilakukan puluhan warga Desa Muara Maung Merapi Barat dengan memblokir akses jalan empat perusahaan tambang yang beroperasi di area perkampungan warga Kamis (23/7/2020).

Keempat perusahaan itu adalah PT Bara Alam Utama (PTBAU), PT Muara Alam Sejahtera (PT MAS), PT Bara Merapi Energi (PT BME) dan PT KKA. Menurut koordinator mewakili warga Desa Muara Maung, Syahwan menjelasakan bahwa sungai kungkilan diduga tercemar limbah dari perusahaan tambang tersebut.

“Kami protes karena masalah dampak kerugian warga kerusakan sungai kungkilan yang mengakibatkan hancurnya ekonomi rakyat sampai saat ini belum ada penyelesaian. Dan warga akhirnya melakukan penyegelan tambang, hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan kompensasi terhadap kerusakan lahan warga ada 100 bidang.milik 46 warga desa muara maung,”katanya

Sementara salah satu warga menambahkan Salim pihaknya menuntut atas kerusakan lahan atau kebun serta ekonomi yang sudah hancur oleh pertambangan ini.

“Ada 46 warga yang menuntut ada sejumlah tanaman yang mati seperti kebun duku, mangga, karet, dan beberapa kebun warga tertimbun lumpur makanya warga kami menutup akses jalan menuju tambang PT.MAS dan PT.BAU,”ucapnya

Pantauan wartawan Nampak sejumlah aparat dari TNI,(Koramil) Polri (Polsek Merapi) berjaga jaga dilokasi adanya aksi tutup jalan ke tambang oleh warga desa muara maung. Aksi demo ini pun diikuti ibu ibu dengan santai melakukan aksi duduk dijalan menuju tambang PT.BAU, dan PT.MAS. Aksi itu membuat akses jalan untuk perusahaan lumpuh alias tidak bisa lewat.

Sebelumnya sudah pernah ada pertemuan di Polsek Merapi perwakilan dari warga, dari pihak perusahaan PT.BAU, pak Bambang, PT, MAS, Redi,PT, BME, pak Darwin dan PT.KKA, Rojik, dan di fasilitasi oleh camat Merapi Barat Sumarno, dari hasil pertemuan belum lama ini pihak perusahaan sudah memberikan kompensasi dan warga juga ada yang sudah menerima dan sebagian juga belum menerima tuntutannya karena tidak sesuai apa yang diinginkan tidak sesuai dengan akibat kerusakan

Editor : Lintang