Reporter: Andre Bara
PRABUMULIH, Mattanews.co – Sempat viral di media sosial (Medsos), dugaan aksi penyetopan angkutan truk yang terjadi di Jalan Nigata Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Sumsel. Akhirnya ditindaklanjuti oleh Polres Prabumulih.
Ketujuh warga yang sempat viral itu, kemudian dibawa dan diamankan ke Mapolres untuk dimintai keterangan, Rabu (26/8/2020).
Ketujuh warga tersebut, yaitu Rk (37), warga Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
Lalu, Rh (26) dan AP (48), keduanya warga Jalan Lingkar Tugu Nanas Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Sr(42), warga Jalan Anggrek Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat.
Kemudian, Bd (43), warga Jalan Tugu Nanas Kelurahan Tugu Nanas, Kecamatan Prabumulih Barat. Ar (48), warga Jalan Pipa Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
Terakhir, yakni Ba (36), warga Komplek DKT Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
Dari keterangan RK, ia mengaku, tidak terlibat dan membantah aksi pungli tersebut.
“Aku nih, sopir begawe. Aku dak tau urusan mereka, waktu diangkut lagi ngopi dan duduk-duduk,” ucapnya.
Berkenaan dengan dibawanya ke 7 pemuda tersebut dan sekarang telah dibebaskan, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya melalui Kabag Ops Kompol Agus Selamat didampingi Kasat Sabhara, AKP A Jauhari membenarkan hal itu.
“Mereka kami bawa dan kami pintai keterangan di Mapolres, Menindaklanjuti keresahan warga terkait dugaan penyetopan angkutan berat berupa truk,” Kompol Agus.
“Benar, ada 7 warga sudah kita amankan dan kita bawa ke Mapolres,” bebernya.
Lanjut Kabag Ops, tadinya ketujuh warga ini, diintrograsi untuk diambil keterangan terkait dugaan penyetopan angkutan truk dilakukannya.
“Sudah kita intograsi tujuh warga pelaku penyetopan angkutan truk, tapi karena ini sifatnya pengamanan dan cuma untuk didata juga dipintai keterangan, ke tujuhnya sudah kita bebaskan,” ungkap Kompol Agus Selamat.
Sempat santer kabar berhembus bahwa ke 7 pemuda tersebut adalah anggota Pemuda Pancasila (PP) Kota Prabumulih.
Ketua MPC (Majelis pimpinan cabang) Pemuda Pancasila Kota Prabumulih Rifki Baday menjelaskan hal tersebut kepada mattanews.co lewat pesan Whatsappnya, Pukul 16:40 WIB.
“Benar mereka adalah teman-teman kita yang ditugaskan,” jelas Rifki sapaan akrabnya.
Masih kata Ketua MPC PP, data-data sudah kita kumpulkan kemungkinan aksi kedepannya akan kita laksanakan.
“Sebelum aksi kita sudah memegang dan mempunyai data-data pasti, mengenai operasional PT.GHEMM juga perusahaan lainnya di fasilitas milik Prabumulih,” ujar Rifki Baday.
Disoal pembebasan ke 7 rekannya Rifki membenarkan hal tersebut.
“Kami bersama pengurus MPC PP Prabumulih datang ke Mapolres Prabumulih, usai dipintai keterangan ke 7 rekan kita sudah diperbolehkan pulang,” tutupnya.
Editor: Fly












