Reporter: Faldy
PALEMBANG, Mattanews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kebudayaan Kota Palembang, menggelar Kegiatan Edukasi belajar bersama di museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), bertema mengangkat kesenian teater tradisional Dulmuluk.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Palembang, Zanariah SIP, M.Si, melalui Sekretaris Disbud Palembang, Terry Setyawati SH, mengatakan melalui kegiatan ini, Pemkot terus berupaya melakukan perlindungan dan mengembangkan Seni Tradisi Dulmuluk untuk kepentingan pelestarian Cagar Budaya.
“Dari upaya itu maka perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan Edukasi, bahwa seni tradisi ini berhubungan dengan Pelestarian Cagar Budaya tak benda sebagai karya warisan budaya masa lalu,” terang Terry.
“Hari ini kita mulai melatih anak-anak SMP sebanyak 20 orang, selama 10 hari, agar nanti mereka bisa melestarikan Dulmuluk ini,” sambungnya, saat pembukaan Kegiatan Belajar Bersama Museum Sultan Badaruddin II Palembang, di Museum SMB II, Selasa (8/9/2020).
Diharapkan dari kegiatan ini, dikatakan Terry, bisa mengenalkan sejarah bangsa pada anak sedini, sebagai benteng ketahanan budaya bagi generasi muda, mendorong dan mengembangkan rasa ingin tahu anak untuk memahami masalah pengetahuan kebudayaan sejak usia dini.
Sehingga diharapkan Museum dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi edukasi selain sebagai tempat menyimpan dan mengkaji koleksi.
“Ini juga terkandung dalam Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2015 tentang tugas museum itu sendiri yaitu musuem sebagai Iembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, mengomunikasikannya kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Vebri Al Lintani yang menjadi narasumber pada edukasi itu, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Disbud Palembang tersebut, dimana kesenian Teater Dulmuk ini menurutnya merupakan warisan budaya tak benda milik Kota Palembang dan tentunya patut untuk dilestarikan.
“Edukasi untuk usia dini itu sangat penting, sebagai upaya Benteng tradisi untuk zaman yang akan datang, saya harap ini terus dilestarikan secara terus menerus,” kata Vebri.
“Jepang pada zaman penjajahan di Palembang tahun 1942, menjadikan kesenian Dulmuk ini sebagai sarana siar tentang pemerintahan, saya rasa Pemkot juga bisa melakukan hal yang sama, selain melestarikan Dulmuk itu,” tutupnya.
Editor: Fly














