Reporter : Agustoni
LAHAT, Mattanews.co – Maraknya Polusi debu akibat angkutan batubara di area kawasan Merapi Area sejak beberapa tahun terakhir ini buat resah ratusan warga yang berdomisili di sekitar daerah tersebut,khususnya warga yang bermukim dipinggir jalan yang berdampak oleh hamparan debu batubara.
Keresahan warga setempat terlihat dengan adanya aksi demo warga sekitar yang menuntut perusahaan Angkutan Batubara yang beroperasi di wilayah Merapi area tersebut agar ramah lingkungan.
Aksi Unjuk rasa pada hari ini datang dari ratusan emak-emak dari desa gunung kembang, kecamatan merapi timur, yang digelar di Jalan Negara Kecamatan Merapi, sejak sore kemarin.hingga saat ini jalan raya masih macet.
Aksi demo tersebut juga dilakukan oleh emak-emak bukan tanpa alasan, karena polusi udara akibat debu batu bara di Merapi Area yang menyebabkan banyak warga Merapi Area banyak diduga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena debu dari angkutan Batu Bara.
Demo itu hanyalah sebagian reaksi dari keresahan masyarakat akibat polusi di Merapi Area. Harusnya dapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lahat sejak awal.
Pada awak media Bupati Lahat H Cik ujang SH saat di konfirmasi awak media massa terkait aksi tersebut menyampaikan,Bahwa untik Permasalahan ini sedang dalam proses penyelesaian
Dan dirinya meminta kepada Masyarakat setempat agar tetap Bersabar dan tidak melakukan Aksi Demo.
“Stop dulu, tolong kita pikirkan pengendara-pengendara lain yang ikut terdampak dari Kemacetan ini,” ujarnya.
Perlu diketahui, sebelumnya juga ratusan emak-emak warga Desa Prabu Menang melakukan aksi hadang angkutan batu bara, kini giliran ratusan emak-emak yang merupakan warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan menggelar aksi serupa duduk ditengah jalan Negara, Kecamatan Merapi Barat yang mengakibatkan kemacetan puluhan kilometer dan melumpuhkan ekonomi masyarakat total sejak hingga pagi ini, Selasa (29/9).
Sementara itu ditempat yang sama Camat Merapi Timur, Miharta, SE, saat berbincang dengan awak media mengatakan insyaallah Aksi ini akan kita kawal hingga ada titik terang dan semua permintaan Warga yang terdampak semaksimal mungkin akan kami sampaikan ke pemerintah kabupaten Lahat khusus nya Bupati CiK Ujang SH.
“Dan kami juga meminta agar Bapak Bupati Lahat Agar segera Memanggil Perusahaan Batu Bara,” ujar Miharta.
Sementara itu terpisah Lina salah satu warga Desa Gunung Kembang pada awak media saat di konformasi terkait aksi demo yang mereka gelar mengatakan, “Aksi ini kami gelar menuntut pihak pemerintah dan perusahaan agar desa kami mendapat Kompensasi debu,desa lain dapat kenapa desa kami tidak,” ujar Lina.
Editor : Chitet














