HUKUM & KRIMINAL

Total 511 Pendemo Diamankan, 90 Persen Berstatus Pelajar

×

Total 511 Pendemo Diamankan, 90 Persen Berstatus Pelajar

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

Tiga Mobil Dinas Polisi Dirusak, 12 Pendemo Diamankan

Reporter : Selfy

PALEMBANG, Mattanews.co – Sampai saat ini petugas Polrestabes Palembang, masih terus melakukan pemeriksaan dan mendalami keterangan para pendemo yang diamankan, terkait keterlibatan hingga motif ikutan unjuk rasa di Simpang Lima DPRD Provinsi Sumatera Selatan, kemarin, Jumat (9/10/2020).

“Total yang kita amankan sebanyak 511 orang pendemo. Jika hari pertama hanya 174 orang, menyusul 325 orang dan kemarin, Kamis (8/10/2020) juga kita amankan 12 orang lagi, karena terlibat pengerusakan tiga unit mobil dinas kepolisan, Mobil Paminal, Provost dan Ambulance. Dari 511 yang diamankan ini, 90 persennya berstatus pelajar dan sampai sekarang belum kita ijinkan pulang,” papar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim, AKBP Nuryono, kepada wartawan online media ini.

Kapolrestabes menambahkan, meskipun berstatus pelajar, namun anggota kita tetap memproses sesuai peranan dan keterlibatan mereka turun ke jalan.

“Pemeriksaan kita bagi tiga kloter, yaitu perusakan tiga unit mobil yang dilakukan enam orang, lalu tujuh kelompok anarko, yang dibuktikan penyidik dari digital forensik maupun bukti-bukti dilapangan, serta 499 orang yang diamankan, yang berpotensi pelaku kerusuhan, kembali dibuktikan penyidik melalui digital forensik melalui media sosial, chat grup, berisi ajakan, hasutan dan perbuatan kekerasan. Memang masih ada beberapa orang lagi yang masih kita buru, kita sudah kantongi identitasnya, mudah-mudahan cepat ditangkap,” jelas Kombes Pol Anom Setyadji, saat press release di Polrestabes Palembang.

Kendati demikian, Jajaran Polrestabes Palembang masih terus melakukan kegiatan-kegiatan pengamanan selanjutnya. Kondisi Palembang saat ini kondusif.

“Silahkan saja mengemukakan pendapat, menyuarakan di muka umum bersama-sama, namun hendaknya jangan melakukan pelanggaran hukum. Demi kenyamanan dan keamanan kita semua, warga Kota Palembang,” tandasnya.

Saat diwawancara RZ (16) menjelaskan dirinya ikutan unjuk rasa karena diajak temannya.

“Saya diajak teman saya pak. Dia bilang, ayo kita berjuang, demi masa depan kita. Lalu, saya dan MH ikut demo dengan berboncengan sepeda motor. Tanpa disangka, terjadilah kerusuhan ini. Saya melempar mobil watercanon karena mata saya pedih terkena asap, saya lempar dengan batu yang ada di sekitaran saya berdiri,” jelas warga Talang Kelaap Kabupaten Banyuasin ini, tertunduk.

Editor : Selfy