POLITIK

Ridho: Balas Dendam Bukan Tipikal Keluarga Besar Yahya

×

Ridho: Balas Dendam Bukan Tipikal Keluarga Besar Yahya

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

Reporter: Andre Bara

PRABUMULIH, Mattanews.co – Banyaknya tanggapan dan pernyataan dari beberapa pihak terkait diskualifikasi calon Bupati Ogan Ilir (OI) yang menuding hal itu merupakan serangan balik dari kubu Mawardi.

Akhirnya ditanggapi oleh Ir H Ridho Yahya MM, yang merupakan adik kandung dari H Mawardi Yahya Wakil Gubernur Sumaatera Selatan (Sumsel) saat Ini.

Pria yang menjabat Walikota Prabumulih ini menegaskan, melakukan serangan balik alias balas dendam bukan tipikal keluarga besar H. Yahya Ahmad (ayahnya_red).

“Menzolimi bukan tipikal keluarga besar kami,” tegasnya. Rabu (14/10/2020).

“Kami yakin dan percaya Allah SWT maha tahu, jadi biarlah Allah SWT yang membalas orang yang menzolimi keluarga kami,” sambung Ridho.

Ridho mengungkapkan, sedari kecil dirinya bersama saudara-saudara selalu diajarkan orang tua lebih baik dizolimi, dari pada menzolimi orang lain dan itu selalu menjadi pedoman keluarganya.

“Pesan orang tua kami dulu kalau dizolimi tidak usah dibalas,” ungkapnya.

“Karena orang terzolimi akan diangkat Allah SWT derajatnya, dan pahala orang menzolimi akan melimpah ke kita,” imbuhnya.

Menurut Ridho, sikap sabar dan diam ketika dizolimi itu membuahkan hasil, dimana Allah SWT makin mengangkat derajat keluarganya.

“Buah dari sabar dan tabah tadi alhamdulillah kak Mawardi diangkat derajat oleh Allah SWT menjadi Wakil Gubernur, saya diangkat derajat oleh Allah SWT menjadi Walikota Prabumulih, kami dizolimi tidak akan balas tapi kami yakin Allah SWT maha tahu segalanya,” katanya.

Lanjut Wali kota Prabumulih dua periode ini menuturkan, hal itu perlu diklarifikasi lantaran keluarganya tidak melakukan seperti yang diisukan.

“Sudah jadi makanan kami sehari-hari dizolimi tapi kami tidak akan balas itu,” tandasnya.(ril)

Editor: Fly