EKONOMI & BISNIS

Tak Padam Ditengah Pandemi, SKK Migas Sumbagsel Konsisten Tebar Bantuan bagi Masyarakat

×

Tak Padam Ditengah Pandemi, SKK Migas Sumbagsel Konsisten Tebar Bantuan bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

Reporter : Chitet

PALEMBANG, Mattanews.co – Pandemi Covid-19 membuat berbagai masalah bagi masyarakat di Tanah Air. Bukan hanya mempengaruhi kesehatan masyarakat, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi perekonomian masyarakat. Tidak hanya di pusat ibukota Indonesia, pengaruh pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh masyarakat Sumatra Selatan.

Untuk itu, bukan hanya pemerintah saja yang punya peranan dalam upaya perbaikan perekonomian masyarakat. Namun peranan stakeholder terkait juga sangat berpengaruh demi meningkatkan perekonomian masyarakat yang goyang dampak pandemi Covid-19 ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pun ikut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui bantuan-bantuan Covid-19 yang ditebar untuk meringankan beban masyarakat di Sumsel. Sejak pandemi muncul dan hingga saat ini kepedulian SKK Migas untuk berkontribusi membantu masyarakat tidak berhenti, termasuk dengan menggandeng KKKS di area Sumbagsel.

Bahkan SKK Migas juga memberikan bantuan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Berdasar catatan Mattanews.co, pada awal April 2020, SKK Migas bekerjasama dengan Medco E&P Indonesia memberikan bantuan handsanitizer (cairan pembersih instan), masker, tangki cuci tangan dan disinfektan kepada masyarakat di Desa Danau Cala. Bantuan tersebut juga diberikan kepada masyarakat di Desa Bangun Sari, Desa Sumaja Makmur, dan tiga Puskesmas di Muara Enim pada 30 Maret dan 1 April 2020 lalu.

Kemudian akhir April, SKK Migas bekerjasama dengan KKKS PHE Raja Tempirai menyerahkan bantuan APD ke RS Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Puskesmas Air Itam kecamatan Penukal, Puskesmas Betung Kecamatan Abab, serta desa sekitar operasi KKKS PHE Raja Tempirai yakni Desa Air Itam Timur, Air Itam Barat, Desa Karang Agung, Desa Betung Timur, Desa Betung Barat dan Desa Betung Selatan, Kabupaten PALI pada 24 April lalu.

Bantuan berupa 2.000 buah masker untuk tenaga medis, 750 buah masker berbahan kain, disinfectan kemasan 105 liter, serta bahan disinfectan untuk 7000 liter, hand sanitizer, Thermometer, air minum mineral kemasan untuk tenaga medis dan petugas Covid-19 yang ada di posko di masing–masing desa.

Selain itu, KKKS Sele Raya Belida juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di wilayah ring I perusahaan berupa masker bedah sebanyak 11 Box, masker kain 2.000 pcs, hand santizer sebanyak 100 botol, disinfektan 10 botol, 1 buah thermometer gun, paket sembako sebanyak 60 paket. Bantuan ini diserahkan kepada masyarakat di Desa Melilian, Desa Lembak, Desa Pedataran, Desa Kranji dan kantor Camat Gelumbang.

Sementara itu KKKS Odira Energi Karang Agung juga telah menyalurkan bantuan ke Kecamatan Tungkal Ilir berupa Alat Pelindung Diri (APD), cairan disinfektan dan alat penyemprot disinfektan, masker dan beberapa alat kesehatan lainnya.

Lalu, pada pertengahan Mei 2020, SKK Migas bersama PT Pertamina EP Asset 2 menyalurkan 350 paket sembako kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, dalam rangka penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Selanjutnya, SKK Migas bersama PT Pertamina EP Asset 1 Ramba Field memberikan bantuan berupa 145 liter hand sanitizer, 400 set APD, 2.000 masker non medis, 1.400 masker medis, 10 ton beras yang disebar melalui 2.000 paket sembako, dan sebagainya yang disebar di 15 desa dan kelurahan di sekitar wilayah operasional perusahaan yang berada di 5 kecamatan serta melalui Gugus Tugas baik di Kabupaten Banyuasin maupun Gugus Tugas di Musi Banyuasin.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo menjelaskan, peranan semua pihak dalam upaya membantu meringankan beban warga serta membantu masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Bahkan aktif dilakukan, diantaranya dengan menggandeng KKKS yang berada di wilayah tersebut.

“SKK Migas terus mendorong KKKS Sumbagsel dibawah kordinasinya untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19,” kata dia.

Ia mengharapkan agar SKK Migas-KKKS Sumbagsel dapat berperan aktif dalam gerakan penanggulangan bencana nasional ini untuk kemaslahatan bersama dan guna mendukung seruan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia terkhusus wilayah Sumbagsel.

“Kita semua punya andil untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saat ini masyarakat butuh peran serta kita, untuk membantu mereka meringankan bebannya,” jelasnya.

Adiyanto menerangkan, relokasi program kerja yang telah ada yang kemungkinan besar tidak dapat dijalankan dengan adanya pandemi ini serta menyalurkannya menjadi bantuan-bantuan APD bagi petugas medis di RSUD atau RS yang ditunjuk pemerintah daerah dalam menangani pasien Covid-19.

Selain itu, pihaknya bersama KKKS di wilayah Sumsel juga harus berperan dalam melakukan sosialisasi dan melakukan penyemprotan disinfektan bersama pihak terkait, serta memperbanyak pemberian bantuan untuk masker, handsanitizer, vitamin bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas KKKS Sumbagsel.

“Ini tentunya sejalan dengan program pemerintah pusat juga SKK Migas Pusat yang saat ini memiliki program serentak di seluruh perwakilan SKK Migas. Kami tetap akan memberikan peran, mungkin memang tak begitu besar namun kami rasa akan sangat bermanfaat dan lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, peranan dari stakeholder yang ada di wilayah Sumsel sangat membantu dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayahnya itu. Termasuk dari SKK Migas dan KKKS yang sudah banyak memberikan bantuan baik dari APD hingga bantuan sembako kepada masyarakat, dan ini merupakan kepedulian yang sangat nyata dan menyentuh langsung masyarakat Sumsel.

“Covid-19 merupakan masalah dunia bukan saja masalah indonesia, bukan saja masalah nasional maupun Provinsi Sumsel. Atas nama masyarakat Sumsel mengucapkan terimakasih tidak henti-hentinya atas bentuk kepudulian dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Mawardi Yahya terus mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga jarak fisik atau physical distancing agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Menurutnya, dengan mengurangi aktivitas berkumpul dan menjalankan kegiatan masyarakat di luar rumah dapat terhindar dari penyebaran Covid-19. “Untuk itu, saya berharap dengan situasi seperti sekarang ini masyarakat ikuti apa yang sudah pemerintah intruksikan, dengan menjaga jarak kita dapat memutus rantai penyebaran virus corona, mohon juga kirannya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebijakan tersebut,” pungkasnya.

Editor : Anang