NUSANTARA

Kunci Kemenangan 56,2 Persen. AST-Aris Imbau Pendukungnya Jaga Prokes Covid-19

×

Kunci Kemenangan 56,2 Persen. AST-Aris Imbau Pendukungnya Jaga Prokes Covid-19

Sebarkan artikel ini

Reporter : Edo

SULBAR,Mattanews.co- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene, Sulawesi Barat, Andi Achmad Sukri Tammalele – Arismunandar Kalma (AST-Aris) berhasil mengunci kemenangan dengan raihan 56.784 atau 56,2 persen dari hasil perhitungan suara pada Portal KPU Majene.

Dengan kemenangan itu AST-ARIS menghimbau kepada seluruh pendukungnya untuk tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Saya meminta kepada seluruh simpatisan pendukung untuk tidak mengadakan pesta kemenangan atau euforia berlebihan mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Kita tetap mengikuti protokol kesehatan yang di anjurkan oleh pemerintah. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak yang 3M itu serta menghindari kerumunan banyak orang.

Dia mengunkapkan untuk hasil pemilihan resmi agar menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga yang memiliki wewenang dalam mengumumkan paslon terpilih.

“AST-Aris meraih hasil meyakinkan. Kewajiban kami dan kita semua adalah berikhtiar seoptimal mungkin, tetapi pada saat ikhtiar sudah ditunaikan lalu takdir Allah turun, sebagai orang beriman mari kita berkewajiban untuk bersyukur,,” kata Ast usai pelaksanaan sujud syukur di Masjid Nurul Abrar Labuan, Majene, Jum’at, (11/12)2020).

Ia mengatakan pihaknya percaya bahwa sejati-nya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz siapa yang diizinkan Allah memenangi Pilkada Majene 2020,

“Saat ini, hasil Pilkada Majene 2020 sudah diketahui hasilnya baik real count, quick count dan termasuk sajian Perhitungan real count melalui portal KPU. Hasilnya menunjukkan bahwa No. 2, Ast-Aris unggul atas Calon petahana Patmawati-Lukman, yang hanya finish dengan torehan 44.176 atau 43,8 persen, dari 420 Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujarnya.

Andi Achmad Sukri menilai kekuasaan hanyalah alat dan bukan tujuan, sehingga kekuasaan menjadi baik manakala digunakan untuk manfaat dan maslahat segenap rakyat. Sebaliknya menjadi buruk manakala diselewengkan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok secara sempit.

“Kami akan selalu bersama rakyat untuk menjaga dan memastikan siapa pun pemegang kekuasaan kelak, maka rakyat tak boleh dan tak pernah dikorbankan,” katanya.

Bupati Majene terpilih ini tergolong figur yang tak mudah menyerah dari kegagalan. Betapa tidak, setelah dua kali gagal berpilkada yakni pilkada Matra dan pilkada Majene tahun 2010. Setelah sempat gagal dua kali, mantan Sekda Majene ini melangkah mundur untuk melompat lebih jauh. Alhasil, mimpi untuk menjadi bupati dapat terwujud di Pilkada Desember 2020.

Editor : Lintang