[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Poppy Setiawan
MATTANEWS.CO, JAKARTA– Presiden Joko Widodo mendapatkan suntikan pertama dari vaksin virus corona (Covid-19) di Istana Merdeka, Rabu (13/1/2021). Jokowi mendapatkan dosis pertama dari vaksin produksi Sinovac.
Jokowi disuntik vaksin di lengan kiri oleh Wakil Ketua Dokter Kerpesidenan dr. Abdul Muthalib. Jokowi pun sempat ditanya apakah ia merasa sakit saat disuntik.
“Enggak terasa sama sekali,” jawab Jokowi
Sebelum divaksinasi sekitar pukul 9.37 WIB, Jokowi melakukan tahap klarifikasi data. Setelah dicek kesehatan dan tensi yaitu 130/67, serta ditanya beberapa riwayat kesehatan dan apakah pernah terpapar Covid-19.
“Apakah bapak pernah terkonfirmasi Covid-19?” tanya petugas kesehatan kepada Jokowi sebelum divaksin.
“Enggak,” jawab Jokowi.
Setelah itu, Jokowi diberikan kartu layak divaksinasi lantaran tidak memiliki gejala dan penyakit lain yang dialami. “Ini saya tulis layak divaksinasi ya pak,” ungkap petugas.
Kemudian Jokowi pun menuju meja ke-3 untuk diberikan vaksin. Jokowi pun merasa tenang saat diberikan vaksin. Sebelumnya petugas tenaga medis pun mengeluarkan vaksin dari kotak pendingin.
Setelah diberikan vaksin, Jokowi harus menunggu 30 menit untuk mengetahui efek dari penyuntikan.
Dalam sesi pertama vaksinasi, Setelah Presiden Jokowi divaksinasi sebagai orang pertama kemudian disusul dr. Daeng M. Faqih, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lalu Dr. H. Amiesyah Tambunan, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga tokoh Muhammadiyah), lalu Kiai Ishom PP NU, kemudian Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, lalu Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, serta artis Rafi Ahmad.
Sesi 2 vaksinasi adalah Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, lalu Prof Dr Unifah Risyidi dari pengurus PGRI, kemudian Ronal Tapilatu dari PGI, Agustinus Heri dari KWI, I Nyoman Suarthanu dari PHDI, Partono Bhikkhu N. M dari Permabudhi dan Peter Lesmana dari Matakin.
Peserta sesi 3 vaksinasi adalah Penny Kusumastuti Kepala BPOM lalu pengusaha Rosan Perkasa, kemudian Ade Zubaedah, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia. Berikutnya adalah Nur Fauzah (perawat), Lusy Noviani (apoteker), Agustini Setiyorini (buruh) dan Narti (pedagang).
Editor : Poppy Setiawan















