Reporter : Janes (CR)
MATTANEWS.CO,PALEMBANG – Kehidupan Pemuda asal Palembang Sumsel Wandha Randhika terbilang cukup cemerlang. Dengan hobinya bercocok tanam dan bertenak ikan, membuat pria lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) ini kerap kali di undang di berbagai acara seminar.
Berbekal pengalaman dari hobinya itulah, Wardha menjadi salah satu milenial di Indonesia yang terbilang sukses, mampu memanfaatkan lahan rumah sebagai modal untuk memulai bisnis dan usaha.
Wandha yang memulai bisnisnya pertama kali dengan memanfaatkan kolam kosong di belakang rumahnya untuk budidaya lele, sekaligus memanfaatkan lahan kosong di depan rumahnya untuk budidaya bibit hortikultura.
“Awalnya saya konsep 8 kolam, namun hanya 2 kolam yang terisi, maklum karena awalnya minim modal,” ujar Wardha pada mattanews.co di kediamannya, Jalan Kiris, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame Palembang. Minggu (17/1/2021).
Setelah 3 bulan kemudian ikan lele nya berhasil panen, dan hasilnya dari penjualan panenan itu, ia belikan lagi benih lele dan mengisi semua 8 kolam itu, dan alhamdulillah, untuk saat ini kata Wardha semuanya berhasil dan bisa mencukupi kehidupan sehari-hari
Kesuksesan ini lah yang membuat Wardha kerap kali dipercaya sebagai pembicara di beberapa tempat, seperti di Formatani pada kegiatan Inspiring the next generation of millenial agriculture enterpreneur, di Himagrotek Unsri di kegiatan Peran Praktisi pertanian dalam Pertanian Berkelanjutan, di Himagrotek Unsyiah Kuala di kegiatan Peran praktisi pertanian dalam ketahanan pangan dan sebagainya.
Rahasia kesuksesan Wirdha ini, rupanya ada pada dukungan orang tua, teman-teman, serta terus memperdalam ilmu, baik itu dari buku dan bertanya dengan teman-teman yang sudah ahli, di bidang budidaya lele dan tanaman hortikultura.
“Saya juga masih sering konsultasi dengan dosen saya di Unsri dulu,” terangnya.
Dirinya juga mengakui bahwa ia sama sekali tidak malu dengan profesinya, bahkan ia sangat bangga karena bisa berbagi dengan masyarakat. Selain itu ia juga kerap langsung terjun ke petani-petani, yang tak lain tujuannya adalah, untuk saling berbagi, dan bersosialisasi secara pribadi.
“Saya juga masih belajar, terkadang saya bertukar pikiran dengan petani, untuk saat ini saya juga ingin para masyarakat untuk memanfaatkan lahan rumahan, karena ada peluangnya,” tutupnya.















