[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Penyelidikan anggota Pidum (Pidana Umum) dan Tekab 134 Polrestabes Palembang selama dua pekan terakhir membuahkan hasil. Salah satu otak rampok sadis (nodong-red) di atas Jembatan Ampera berhasil dilumpuhkan (tembak-red), dengan butiran timah panas. Renaldi Suryadilaga (27) warga Rusun Blok 14 Kelurahan 24 Ilir Palembang usai mendapat pengobatan langsung digelandang ke Polrestabes Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Selasa (16/2/2021).
Penangkapan tersangka dipimpinan AKP Robert Perdamaian Sihombing, saat tersangka berada di Jalan Kolonel H Burlian persis depan Punti Kayu KM 7 Palembang.

“Tersangka ini merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang), karena terlibat aksi pencurian dengan kekerasan terhadap Suwandi (20) warga Jalan Komplek Rel Kereta Api PJKA lk IV Kelurahan Cinta d
Damai Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan pada Kamis, (04/02/2021) pukul 22.00 WIB, persis saat korban berada diatas Jembatan Ampera. Korban kehilangan tiga unit handphone merk Xiaomi, Samsung dan uang tunai sekitar Rp 8 juta,” papar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat, didampingi Kanit Pidum, AKP Robert Perdamaian Sihombing, ketika diwawancarai wartawan online media ini.
Dari tangan tersangka, petugas turut menyita pakaian berupa jaket dan topi pet yang digunakan tersangka saat beraksi.
“Modusnya, tersangka ini bersama ketiga temannya yang lebih dulu tertangkap mendekati korban. Dengan menggunakan senjata tajam, tersangka dan komplotannya ini mengambil barang-barang berharga yang dimiliki korban. Kini kami masih dalami keterangannya,” jelas Kasat.
Kompol Edi menambahkan, tersangka ini termasuk sadis dalam menjalankan aksi kejahatannya, bahkan tidak segan-segan melukai korbannya.
“Dari hasil interogasi kami, tersangka ini lebih dari dua kali melakukan aksi serupa (nodong), yaitu di atas Jembatan Ampera dan dibawah Jembatan Ampera Taman Skateboard. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik, guna pengembangan lebih lanjut. Karena ketiga rekannya sudah lebih dulu kita amankan,” tukas Mantan Kapolsek IT I ini.
Sementara, tersangka mengaku khilaf atas perbuatannya.
“Saya gelap mata pak. Saya tidak ada kerjaan, sementara butuh makan,” singkatnya sembari memegangi kakinya yang mengalami luka tembak.














