Reporter : Adi Candra
PALI, Mattanews.co – Asisten Manager PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo Fery Prasetyo Wibowo mengatakan bahwa adanya kemungkinan terjadinya pipa korosi yang menyebabkan terjadinya insiden kebakaran yang menimpa rumah Iben, warga Desa Pengabuan kecamatan Abab kabupaten PALI pada Selasa sore (15/01/2019) kemarin.
Hal itu dikatakannya saat dijumpai sejumlah media, Rabu malam (16/01/2019) di kantornya. “Untuk penyebab, sampai sekarang masih diselidiki apakah korosi atau ada hal yang lain. Namun, kemungkinan pipanya korosi karena untuk adanya kemungkinan pipa itu disabotase, rasanya tidak mungkin,” kata Ferry saat berbincang dengan awak media. Ia juga kembali menceritakan bahwa awalnya pihaknya tidak mengetahui bahwa pipa minyak tersebut milik Pertamina Field Pendopo, karena didekat pipa tersebut ada juga pipa minyak milik Pertamina Adera dan PT Medco EP.
“Pada saat kejadian, Pertamina Adera langsung tanggap cepat memadamkan api bersama masyarakat. Kemudian Pertamina Pendopo bersama Pertamina Adera melakukan penggalian di areal pipa yang diduga mengalami rembesan kondensat dan langsung dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Jauh sebelum itu, pihak Pertamina Pendopo sebenarnya sudah melakukan pelarangan untuk mendirikan bangunan di ROW Pipa Pertamina. “Untuk penerguran sudah kita lakukan, namun untuk pembongkaran belum karena menghindari konflik horizontal. Untuk yang baru mulai membangun, langsung kita stop,” tambahnya.
Sementara, untuk korban yang rumahnya mengalami kebakaran pihaknya akan melakukan ganti rugi. “Kita sudah musyawarah dengan korban dan warga, serta kita juga sudah melakukan inventarisir kerugian yang dialami korban. Kita komitment untuk melaksanakan ganti rugi,” tutupnya.
Sebelumnya, rumah Iben warga Desa Pengabuan kecamatan Abab kabupaten PALI mengalami kebakaran yang penyebab kebakaran diduga ada pipa minyak milik Pertamina yang keberadaannya tidak jauh dari lokasi bocornya pipa.
Akibat dari kejadian itu, gudang milik Iben yang berisi bahan bangunan serta mobil dump truck nyaris hangus terbakar. “Terdengar suara ledakan yang tidak terlalu kuat, saat itu ada pekerja kami tengah mencuci mobil, yang tiba-tiba berteriak dan langsung meloncat menjauh dari kobaran api. Beruntung banyak yang warga yang melintas dan menolong memadamkan api, sehingga api bisa cepat dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan lainnya,” ujar Iben, Rabu (16/01/2019), yang masih trauma.
Meski api cepat dipadamkan, namun diakui Iben, bahwa barang dagangan berupa material bangunan seperti puluhan sak semen dan loster yang ada didalam gudang hangus serta separuh badan mobil truk juga rusak akibat terbakar, serta anak buah kami mengalami trauma. “Kalau api tidak cepat padam, mungkin toko kami habis juga. Dan anak buah kami saat ini trauma. Atas kejadian ini, kami minta pihak Pertamina untuk bertanggungjawab, karena selain kerugian materil yang mencapai ratusan juta, juga trauma yang tidak mungkin akan hilang dalam waktu singkat,” pintanya.
Asal api dikatakan Iben, tidak diketahui, sebab saat mencuci mobil, pekerjanya tidak sedang merokok atau ada sumber api disekitar lokasi. “Karena lokasi dipinggir jalan, mungkin saja ada pengguna jalan yang tengah lekondensat.par puntung rokok ke arah pipa bocor yang jaraknya hanya sekitar dua meter dari garasi kami,” imbuhnya.
Sementara dari pantauan media ini dilokasi kejadian, TKP telah diberi garis polisi, dan tampak pipa minyak berukuran 8 inci telah diklam oleh pihak Pertamina serta ada beberapa pekerja dari perusahaan Migas tersebut tengah mengecek lokasi kejadian.
Editor : Anang














