BERITA TERKINI

Adi Toegarisman Gagas Program Sapa Warga, Membawa Harapan Baru bagi Masyarakat Tulungagung

×

Adi Toegarisman Gagas Program Sapa Warga, Membawa Harapan Baru bagi Masyarakat Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Demokrat, Dr. H. M. Adi Toegarisman, S.H., M.H., menganggap bahwa momentum Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 sangat tepat untuk mendekatkan Partai Demokrat kepada masyarakat.

Menurutnya, mengesampingkan ego dalam kontestasi pribadi merupakan sikap bijak. Hal ini disampaikannya usai bertemu warga di Dapil VI Kabupaten Tulungagung (Kecamatan Ngantru, Karangrejo, dan Kauman) bersama Sutomo, S.E., Anggota Komisi C DPRD Tulungagung, dan kader Partai Demokrat lainnya.

Adi Toegarisman, di rumah Posko Pemenangan Tim AT Partai Demokrat di Kelurahan Kepatihan, menyatakan bahwa program unggulan mereka, yaitu menyapa warga untuk mendengarkan keluhan, mencari solusi, dan memberikan santunan kepada masyarakat kurang beruntung, sudah terjadwal dengan baik.

“Jika Partai Demokrat memenangkan Pemilu 2024, dan saya terpilih sebagai Anggota DPR RI, prioritas saya akan fokus pada perbaikan masalah ekonomi,” ungkapnya pada Minggu (24/12/2023).

Saat berinteraksi dengan warga di Dapil VI yang mencakup Kecamatan Ngantru, Karangrejo, dan Kauman, Adi Toegarisman menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat.

Menariknya, program sapaan kepada masyarakat di wilayah Dapil VI Tulungagung dilakukan bersama seluruh komponen partai Demokrat, termasuk 4 orang Caleg DPRD dari Dapil tersebut.

Adi Toegarisman menjelaskan bahwa pelaksanaan program menyapa warga di Dapil VI Tulungagung kali ini berbeda dari sebelumnya. Kegiatan merajut tali silaturahmi dengan masyarakat itu mendapat respons positif dari seluruh komponen partai dan dilaksanakan bersama para Caleg DPRD Dapil VI Tulungagung.

“Menurut saya, hal ini positif karena pada dasarnya kami berasal dari partai politik yang sama, yaitu Partai Demokrat,” tandasnya.

Adi Toegarisman menyatakan bahwa komitmen sesama kader Demokrat untuk turun bersama-sama di masyarakat harus dikuatkan lagi. Baginya, penting bagi seorang Caleg atau kader Demokrat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi partai yang ikut dalam kontestasi Pemilu.

“Semua kader partai harus menyadari bahwa seluruh Caleg berasal dari partai politik yang sama. Oleh karena itu, seluruh Caleg tidak boleh mementingkan egonya dan harus selalu mengenakan ‘baju’ yang sama, yaitu Partai Demokrat,” ujarnya tegas.

Seluruh kader partai harus memahami bagaimana kiprah Partai Demokrat selama 10 tahun memegang pemerintahan agar dapat disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi kecenderungan berlebihan dalam teori, karena Partai Demokrat telah membuktikan kemampuannya.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh kader partai dan Caleg di semua tingkatan untuk terus melanjutkan program Partai Demokrat. Partai ini sudah terbukti mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI, Dr. H. M. Adi Toegarisman, S.H., M.H., (Peci hitam) saat menyapa warga, Minggu (24/12) Foto: Istimewa

Sutomo, Anggota Fraksi Gabungan Partai Demokrat, NasDem, dan Bulan Bintang, menyatakan bahwa kegiatan menyapa dapilnya bertujuan untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat.

“Tadi saya mendampingi Pak Adi Toegarisman, Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil Jatim VI untuk berdialog dan menyerap aspirasi warga,” ungkapnya.

Saat berdialog dengan warga, Sutomo mengungkapkan bahwa masih banyak rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Dapil VI Tulungagung.

“Atas keluhan tersebut, saya bersama kader Partai Demokrat lainnya siap mengawal aspirasi itu baik dari segi anggaran maupun implementasi program di tingkat bawah,” tambahnya

Sutomo juga mengindikasikan bahwa masih banyak masyarakat layak menerima bantuan pemerintah seperti PKH namun belum tercover karena keterbatasan kuota bantuan. Dia berkomitmen untuk mengusulkan regulasi yang memungkinkan pembaruan data penerima bantuan sosial untuk menggantikan penerima yang sudah tidak memenuhi syarat.

Di lapangan, Sutomo juga menemukan bahwa masih banyak disabilitas yang belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua,” katanya menambahkan.