MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Bupati Drs. Maryoto Birowo mengungkapkan, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 Kabupaten Tulungagung, sudah cukup bagus.
Optimis penyerapan anggaran tersebut pada akhir tahun 2021 berkisar angka 90 persen. Namun demikian, kita dorong bisa memenuhi target sasaran.
“Jadi begini, sebenarnya penyerapan anggaran untuk Tulungagung sudah bagus, sudah angka 62 persen hampir 63 persen. Sedangkan pada akhir tahun banyak yang sudah diselesaikan seperti kontrak-kontrak per termin, sebenarnya penyerapannya disitu maka sebentar lagi habis,” kata Maryoto didampingi Sekda Tulungagung Drs. Sukaji dan Kepala BPKAD Drs. J.Bagus Kuncoro usai melaksanakan vidcon di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (22/11/2021).
“Iya benar, walaupun pada akhir tahun tidak bisa terserap 100 persen. Namun demikian, kita optimis target 90 persen kalau bisa memenuhi target sasaran,” imbuhnya.
Maryoto menambahkan, pemaparan Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam video conference (Vidcon) menyampaikan, akselerasi penyerapan APBD tahun 2021.
Dengan penyerapan dipercepat itu akan terjadi satu regulasi di masyarakat. Karena apapun dan bagaimanapun ketika aspek kesehatan bisa ditekan, sehingga dicapai hal tersebut.
“Bapak Mendagri mengumpulkan Gubenur, Walikota maupun Bupati, untuk disampaikan akselerasi penyerapan APBD,” tambahnya.
“Namun ada banyak beberapa daerah, saya tidak sebutkan penyerapan tidak ada. Sehingga, terjadi surplus karena belum tercatat di APBD dan intinya belum terserap,” imbuhnya.
Kata Bupati Maryoto, satu hal penting perlu dicatat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengutarakan, setiap daerah tetap harus melaksanakan mewaspadai terhadap penanganan Covid-19.
Karena ini tidak bisa dipisahkan dengan regulasi ekonomi, dan kita sudah dituntut, hal tersebut menyangkut tingkat kesehatan oleh karena bisa bergerak semuanya.
“Sehingga kalau penyerapan agak terlambat sehingga ditakutkan bahwa regulasi ekonomi di masyarakat tidak bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat, jadi yang dianggap stagnan itu disini,” ujarnya.
Penyerapan anggaran untuk Kabupaten Tulungagung, lebih lanjut Maryoto menjelaskan sudah cukup bagus berkisar angka 63 persen.
Menargetkan 90 persen anggaran pada tahun 2021 akan terserap, mengapa demikian, karena ada beberapa pagu belum dilaksanakan.
“Semisal pagu penanganan Covid-19 tidak seluruhnya terserap karena apa masih menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan, bencana alam yang kita pagu kadang kala melebihi ataupun berkurang namanya force majeure (Keadaan di luar kemampuan.red),” terangnya.
“Iya benar, sesuatu kegawatdarutan tidak serta merta bisa. Namun meski begitu, ini memasuki musim penghujan maka harus kita pagukan hal tersebut,” sambungnya.
Bupati Maryoto menyadari, beberapa kendala dalam hal penyerapan anggaran tahun 2021 tidak sampai 100 persen.
“Kendala tersebut diantaranya beberapa ketentuan mungkin waktunya, aturan-aturan yang membebani,” tandasnya.














