MATTANEWS.CO.OGAN ILIR – Ratusan massa Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) melakukan unjuk rasa menyampaikan empat tuntutan, di depan gerbang PTPN 7 Cinta Manis, Kamis (24/3/2022).
Koordinator AMB, Bambang mengatakan, tuntutan itu pertama, meminta Asisten Umum Domu dan Dodi pindah dari perusahaan tersebut. Kedua, prioritaskan warga sekitar dalam penerimaan pekerja, ketiga meminta Menteri BUMN mengaudit hasil penjualan sawit dan keempat tolak rekrutmen kerja yang terkesan KKN.
“Aksi ini terus digelar hingga Asisten Umum Domu dan Dodi pindah dari Cinta Manis, kami harap hari ini yang bersangkutan datang menemui dan menjawab tuntutan kami. Jika tidak ditemui, kami akan masuk secara paksa dengan membawa anggota lebih besar lag,” katanya.
Menanggapi tuntutan AMB itu, Asisten Umum PTPN7 Cinta Manis, Domu Junifer Simanungkalit tidak akan menemui massa. Karena sebelumnya AMB dan pihaknya sudak melaksanakan mediasi.
“Kalau mereka ingin saya dan pak Dodi pindah dari sini, saya cuma melaksanakan tugas. Saya bekerja berdasarkan SK dan siap ditugaskan di mana saja,” ujarnya
Lanjutnya, terkait penerimaan karyawan baru di PTPN 7 Cinta Manis yang terkesan pilih-pilih tu tidak benar. “Setiap tahun kami cuma menerima 30 orang karyawan baru, namun yang melamar banyak,” pungkasnya.
Terkait hasil kelapa sawit, Manager PTPN 7 Cinta Manis, Andrian menjelaskan, penanaman pohon kelapa wasit di lingkungan perusahaan hanya untuk penghijauan. Ada juga yang ditanam di lahan tebu, sebagai pelindung dari sengatan matahari bagi penanam dan penebang tebu saat bekerja.
“Hasil kelapa wasit kami jual berdasarkan hasil lelang tertinggi, yang dilakukan secara terbuka. Uang hasil penjualan sawit langsung masuk ke rekening perusahaan bukan melalui saya atau pun pak Domu, kalau mau lebih jelas silahkan diperiksa,” jelasnya. (*)














