MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Aktivis muda Sumatera Selatan, Andrei Utama, mengajak seluruh pemuda untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memberikan dedikasi terbaik dalam membantu jalannya pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang (HD-CU).
Andrei, yang akrab disapa Rei, mengatakan bahwa revolusi kepemudaan di Sumatera Selatan harus mampu mendorong lahirnya daerah yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing.
“Kita berharap pemerintah juga memberikan porsi yang lebih besar kepada pemuda untuk terlibat dalam setiap program dan kegiatan di berbagai sektor. Kami meyakini Gubernur Herman Deru yang masih berjiwa muda dan memiliki ritme kerja yang cepat merupakan sosok young leader yang mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua I ICMI Muda Sumatera Selatan dan Wakil Sekretaris Umum V KONI Sumatera Selatan itu menilai partisipasi aktif pemuda harus terus ditingkatkan. Menurutnya, kepemimpinan HD-CU membutuhkan generasi muda yang memiliki semangat, kreativitas, dan komitmen untuk ikut membawa Sumatera Selatan menuju perubahan yang lebih baik di berbagai bidang.
“Tujuan utama kita adalah bagaimana seluruh pemuda dapat memberikan kontribusi terbaik bagi daerah serta menjadi motor penggerak perubahan dalam membantu pemerintah mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Andrei juga menekankan bahwa setiap generasi memiliki karakter dan tantangan zamannya masing-masing. Karena itu, kolaborasi antara generasi muda dan generasi senior menjadi hal yang sangat penting.
“Generasi muda memiliki cara tersendiri dalam menghadapi perkembangan zaman yang tentu berbeda dengan generasi sebelumnya. Sementara itu, generasi yang lebih senior memiliki pengalaman yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kolaborasi keduanya akan melahirkan pembangunan yang lebih kuat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan kepemudaan harus mampu melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, nasionalisme, dan integritas.
Di akhir pernyataannya, Andrei mengajak seluruh pemuda dan aktivis di Sumatera Selatan untuk terus mengawal jalannya pembangunan daerah. Menurutnya, selain menjadi mitra strategis pemerintah, pemuda juga harus menjalankan fungsi kontrol sosial (social control) dengan memberikan kritik yang konstruktif terhadap setiap kebijakan pemerintah.
“Pemuda harus hadir sebagai mitra sekaligus pengawas yang objektif. Kita harus memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan secara transparan, adil, tepat sasaran, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tutup Andrei.














