BERITA TERKINI

Anggota DPRD Tulungagung Bicara Blak-blakan, Bantah Lakukan Kekerasan di RSUD dr. Iskak

×

Anggota DPRD Tulungagung Bicara Blak-blakan, Bantah Lakukan Kekerasan di RSUD dr. Iskak

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, Joko Tri Asmoro berbicara blak-blakan soal dugaan melakukan tindak kekerasan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak setempat.

Pria yang juga Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tulungagung menyebut petugas keamanan RSUD dr. Iskak tersebut kurang mencerminkan ramah tamah terhadap pengunjung.

Bahkan, kata Joko, ia menegaskan tidak akan meminta maaf kepada RSUD dr. Iskak dan petugas keamanan yang bersangkutan.

Hal ini, dikatakan Pria yang juga Bakal calon legislatif PDI Perjuangan daerah pemilihan 2 Kabupaten Tulungagung itu kepada media online nasional mattanews.co melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp, Rabu (5/7/2023) Pagi.

“Jadi, tidak benar saya telah melakukan pemukulan terhadap petugas keamanan RSUD dr. Iskak,” ucap Joko.

“Dengah catatan, saya tidak akan pernah meminta maaf kepada pihak RSUD dr.Iskak dan yang bersangkutan, karena saya merasa tidak memukul petugas keamanan,” imbuhnya.

Joko menambahkan atas insiden yang sudah viral di media sosial, ia menyadari kejadian ini sudah menjadi perbincangan publik.

Ia mengaku setelah mencuatnya kejadian ini di publik, dirinya sudah dipanggil oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hj. Susilowati, S.E., sekaligus membeberkan kronologis insiden tersebut.

“Biar tidak terjadi simpang siur di masyarakat, cerita berawal adanya teguran saat saya merokok di luar area Graha Mandiri dr. Iskak,” tambahnya.

“Satpam datang lalu menegur saya dengan kata-kata tidak enak, tidak ada sopannya. Sebenarnya menegur itu tidak apa tapi harus mempunyai etika dan hal ini diulangi lagi ketika menegur saya saat akan memasuki lift, menanyakan anak saya usia berapa, dan saya jawab berumur 8 tahun,” sambungnya.

“Kalau membuka masker itu benar, karena ketika saya ingatkan kalau menegur pengunjung kok terlihat mata yang melotot, dan disitu cctv nya hanya menyorot muka saya dan tidak menyorot petugas keamanan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut Joko menjelaskan atas insiden ini dirinya bersikukuh tidak benar melakukan pemukulan terhadap petugas keamanan, bahkan ia mempersilahkan agar yang bersangkutan untuk melaporkan ke pihak Polres Tulungagung.

“Jadi kalau kita mendapatkan perlakuan tidak baik maka harus kita lawan, dan saya ini pun sebagai wakil masyarakat sering menerima aduan terkait pelayanan dan perlakuan tidak baik dari RSUD dr. Iskak,” terangnya.

“Aduan ke saya itu sebenarnya bukan hanya satu atau dua orang kok, hal ini bisa dikonfirmasi,” imbuhnya.

Lebih dalam Joko memaparkan pihaknya sangat menyayangkan perihal beredarnya video tersebut ke ranah publik.

“Patut disayangkan video ini bisa beredar di ranah publik, kecuali ada masyarakat yang melakukan yang memvideo baru ditontonkan mungkin saya memaklumi, seperti ini sudah jelas arahnya,” paparnya.

“Saya berharap kepada RSUD dr. Iskak agar rumah sakit selama ini namanya sudah terkenal itu agar melakukan introspeksi dan segera lakukan pembinaan terhadap petugas keamanan yang bersangkutan tersebut,” pungkasnya.