MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Anggota Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, Suharminto, S.H., mengungkapkan pihaknya sudah memintai keterangan dari Joko Tri Asmoro terkait dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak setempat.
Hal itu dilakukan setelah viralnya Joko Tri Asmoro yang merupakan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung di media sosial yang diduga melakukan tindak kekerasan.
Pernyataan tersebut, dikatakan Suharminto, usai konferensi pers, di Gedung DPRD Tulungagung, Sabtu (8/7/2023) Sore.
“Setelah kejadian itu, kami dari BK Dewan sudah memeriksa dan memintai keterangan dari Joko Tri Asmoro, dan menganalisa video yang sudah viral tersebut,” ucapnya.
“Hasil dari pemeriksaan BK Dewan belum menyimpulkan hasil, karena kita mintai keterangan hanya seperti itu dan lidik di lapangan juga seperti itu,” imbuhnya.
“Kita menunggu perkembangan dari masyarakat, kalau masyarakat ingin seperti apa ya kita tunggu laporan tertulis sesuai tatib (Tata tertib),” katanya.
Suharminto menambahkan, setelah viralnya Joko Tri Asmoro di media sosial, pihaknya memiliki inisiatif memanggil yang bersangkutan.
“Yang mana hari Selasa kemarin lusa memanggil saudara Joko Tri Asmoro, ini sebagai bentuk inisiatif dari BK Dewan sendiri, setelah mendengar suara publik seperti itu,” tambahnya.
Namun, jelas Suharminto, normatifnya seharusnya ada pengaduan tertulis sesuai tatib, tapi tidak apa, pihaknya selaku BK cepat mengambil langkah, guna mencari informasi keterangan supaya permasalahan itu tidak melebar.
“Joko Tri Asmoro merupakan anggota dewan, sedangkan RSUD dr. Iskak itu juga mitra dewan (Komisi C DPRD Tulungagung.red),” katanya menambahkan.
Menurut Suharminto, pihaknya mengakui sudah memintai keterangan dari Joko Tri Asmoro. Selain itu juga menganalisa video yang sudah viral tersebut.
Ternyata, setelah dianalisa berdasarkan informasi yang pihaknya lakukan di lapangan, sebenarnya itu masalah sepele terkait kesalahpahaman.
“Dari video itu bahwasanya itu bukan merupakan pukulan tapi hanya mengambil masker, karena kalau itu pukulan itu keras, tangannya kelihatan keras, dan gerakan fisik dari mas Joko Tri Asmoro itu hanya landai-landai saja,” ujarnya.
“Tapi dari pihak RSUD dr. Iskak dari informasi kok sudah laporan ke kepolisian. Jadi ini akhirnya jadi rumit sedikit,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Suharminto menjelaskan dari hasil pertemuan BK Dewan yang dihadiri Ketua DPRD Marsono, S.Sos., bersama 4 orang lainnya belum menyimpulkan hasil.
“Saat itu BK yang hadir 4 orang dan ada Pak Ketua Dewan Marsono, selain itu ada Pak Asrori, Ketua BK Mashud, saya, dan Pak Widodo,” terangnya.
“Karena kita mintai keterangan hanya seperti itu dan lidik di lapangan juga seperti itu, saat ini kita menunggu perkembangan dari masyarakat kalau masyarakat ingin seperti apa ya kita tunggu laporan tertulis sesuai tatib,” imbuhnya.
“Atas kejadian ini kami mengakui awalnya DPRD sedikit tercoreng karena sebelum mendalami masalah tersebut, tapi setelah kejadian ini kami dalami justru merupakan momentum baik untuk perbaikan semuanya,” katanya menambahkan.














