NUSANTARA

Anggota DPRK Soroti Besarnya Anggaran Rehab Puskesmas di Simeulue

×

Anggota DPRK Soroti Besarnya Anggaran Rehab Puskesmas di Simeulue

Sebarkan artikel ini

Reporter : Kadri

SIMEULUE, Mattanews.co –  Perbaikan 8 unit puskesmas di Kabupaten Simeulue Aceh yang menyerap dana sebesar Rp11 miliar, menjadi sorotan DPRK Simeulue.

Anggota Komisi D DPRK Simeulue yang membidangi Kesehatan Nusar Amin mengatakan, harusnya rehab pagar puskesmas tidak perlu dilakukan, karena kebutuhannya tidak mendesak.

Dari satu sisi seperti pagar terlalu bagus, mungkin memang termasuk pemborosan. Dia menilai, perbaikan pagar juga bukan bagian dari pelayanan.

“Untuk apa pagar harus mewah, yang penting ada keamanannya, yang paling penting fasilitas di dalamnya, untuk melayani masyarakat,” ujarnya, Minggu (8/3/2020).

Hal ini menjadi perhatian,terlebih Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten Simeulue Suwandi belum genap enam bulan menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Simeulue.

Tak lama kemudian, mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Simeulue periode 2018-2019 ini, diangkat menjadi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Simeulue. Rencana perbaikan bangunan puskesmas ini pun langsung mencuat.

Adanya dugaan pejabat titipan pun turut   menyerang Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Simeulue ini. Namun hal ini dibantah langsung Suwandi.

“Tidak mesti harus enam bulan menjabat sebagai kasi, itu sesuai dengan golongan saja dan tergantung kebijakan pemerintah. Tidak ada yang namanya titipan atau kepentingan, sejak 2006 saya memang sudah di Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, 8 unit puskesmas mendapat kucuran dana rehab tahun lalu senilai Rp11 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019.

Di tahun 2019, ada juga perehaban puskesmas, yaitu di Puskesmas Simeulue Timur, Puskesmas Kuala Makmur, Puskesmas Teupah Tengah, Puskesmas Teupah Barat.

“Ada juga Puskesmas Timeulue Barat, Puskesmas Timeulue Tengah, Puskesmas Teluk Dalam, dan Puskesmas Salang yang dananya kurang lebih Rp11 miliar,” ujarnya.

Menurut Suwandi, selain mendapatkan kucuran dana rehab, Dinkes Simeulue juga mendapatkan dana senilai Rp8 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.

Di antaranya untuk pengadaan Ranjang pasien, partuset dan lainnya.

Tidak hanya itu, Suwandi juga membeberkan sejumlah perusahaan yang mengerjakan 8 unit Puskesmas tersebut.

“Untuk Puskesmas Teupah Tengah dikerjakan oleh CV. SS88 dananya senilai Rp 1.489.968.742.52 dan Puskesmas Kuala Makmur dikerjakan oleh CV. ST Rp1.204.400.000,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk Puskesmas Simeulue Timur dikerjakan oleh CV.AP dengan nilai Rp1.145.750.800.86, Puskesmas Simeulue Tengah dikerjakan oleh CV.AG Rp1.558.500.000.

Sementara itu di Puskesmas Salang dikerjakan oleh CV.AMP dengan nilai Rp473.650.284.48, Puskesmas Simeulue Barat CV. JFK dengan nilai Rp1.048.335.000.

“Sedangkan Puskesmas Teluk Dalam CV. VP dengan nilai Rp1.124.135.688.22 dan yang terakhir Puskesmas Teupah Barat yang dikerjakan oleh CV. MG senilai Rp1.520.000.000,” katanya.

Editor : Nefri