Reporter : Burhanuddin
ACEH TAMIANG, Mattanews.co – Angka penderita stunting balita di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai ribuan orang.
Sebanyak 1.546 orang atau 7,1 persen dari 22.176 jumlah balita di Aceh Tamiang, yang menderita stunting.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Aziz, saat gelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor dan program dalam terkait pencegahan dan menurunkan angka stunting.
Rakor ini digelar di Hotel Grand Arya Karang Baru, pada hari Selasa (14/07/2020)
Menurutnya, angka penderita stunting tersebut, berdasarkan data yang di-input sampai Juni 2020.
“Saya meminta stacholder dapat bekerja bersama dalam memberikan edukasi, kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan gizi bagi keluarga,” ucapnya.
Wakil Bupati Aceh Tamiang T. Insyafuddin mengatakan, peningkatan kualitas kesehatan di kabupaten ini, harus terus ditingkatkan serta kualitas kesehatan juga harus dioptimalkan.
“Melalui rapat ini, hendaknya dilakukan secara terintegritas dengan bersama-sama bekerja, untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.
Dengan demikian, nantinya dapat berdampak pada penurunan angka stunting.
“Tak bisa dipungkiri, Indonesia adalah negara kelima terbesar penyumbang kasus stunting di dunia. Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia, dengan angka stunting yang sangat tinggi,” ungkapnya.
Insyafuddin juga menilai, setelah mengunjungi beberapa titik penderita gizi buruk di Bumi Muda Sedia.
Pihaknya telah menemukan bahwa kesadaran masyarakat, terkait pemberian asupan gizi yang baik untuk anak sudah ada.
“Tapi mereka belum memahami pentingnya nutrisi tersebut untuk pertumbuhan dan perkembangan anaknya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kalau dilihat dari pembahasan mengenai data, pada kunjungan lapangan dalam program pemberian susu kambing bagi penderita gizi buruk.
“Ada beberapa penderita yang sudah sembuh. Tapi dalam data yang diberi oleh Petugas Kesehatan, ternyata masih menggunakan data lama,” ucapnya.
Editor : Nefri














