MATTANEWS.KAPUAS HULU – Menanggapi potensi gejolak distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat dinamika global yang merembet ke tingkat nasional dan lokal.
Polres Kapuas Hulu mengambil langkah cepat dengan menggelar personel di seluruh stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di wilayahnya.
Pengamanan dilakukan dengan pengaturan jumlah anggota sesuai kebutuhan lapangan, sekaligus memastikan tidak terjadi kepanikan warga maupun penyimpangan distribusi.
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Uda Apriyanto menegaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi atas dua ancaman utama panic buying oleh masyarakat dan potensi penyelewengan BBM di jalur distribusi.
“Penggelaran personel di SPBU tetap dilaksanakan. Kami atur jumlahnya agar efektif, dan saya sudah perintahkan personil Polres untuk siap membantu Polsek – Polsek jika membutuhkan backup. Fokus kita mencegah panic buying, sekaligus menutup celah penyimpangan distribusi BBM,” ujar Roberto, Jumat (6/3).
Menurutnya, situasi global yang tidak menentu mulai dari fluktuasi harga minyak dunia hingga kebijakan energi nasional berpotensi memicu keresahan warga di daerah perbatasan seperti Kapuas Hulu.
“Jika tidak diantisipasi, antrean panjang dan pembelian berlebihan bisa terjadi, mengganggu stabilitas lokal, “terang Kapolres.
Lanjut Roberto, selain pengamanan terbuka di SPBU, Polres juga menyiapkan patroli gabungan untuk mengawasi jalur distribusi dari depot hingga ke pelosok kecamatan.
“Sinergi dengan Polsek diperkuat agar personel dapat bergerak cepat bila ada laporan warga. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi isu kelangkaan, “imbuh Kapolres.
“Kami pastikan BBM tersedia sesuai kuota. Tidak perlu panik, dan jangan percaya kabar bohong. Bila ada yang mencoba menimbun atau menyelewengkan, akan kami tindak tegas,” Tegas Roberto.
Ditambahkan Roberto, dengan hadirnya polisi di SPBU guna memberi rasa aman, terutama bagi pengendara yang bergantung pada BBM untuk aktivitas harian dan logistik.
“Dengan pengamanan intensif ini, Polres Kapuas Hulu berharap distribusi BBM tetap lancar, harga terkontrol, dan warga terlindungi dari kepanikan maupun praktik spekulan yang merugikan, “pungkasnya mengakhiri. (*)














