MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda di wilayah dekat Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Sumatera Selatan pada Selasa (12/9), mengakibatkan kepulan asap tebal dan berdampak pada kwalitas udara di daerah sekitarnya.
Salah satunya melanda di daerah kota Palembang yang tengah diselimuti asap akibat dampak dari kebakaran tersebut.
Founder Yayasan Bujang-gadis Kesehatan kota Palembang Febri Zulian menghimbau dan mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Asap yang diakibatkan oleh karhutlah ini sangat tidak baik bagi kesehatan terutama saluran pernafasan,” jelasnya, Sabtu (16/9/2023).
Terang Febri, menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, yang diberikan oleh Kabid P2M Dinkes kota Palembang Tercatat, ada 12.286 penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Palembang pada bulan Agustus 2023.
Jumlah ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan bulan Juli 2023, dengan 8.653 penderita.
Sehingga dari hal demikian, seluruh lapisan masyarakat untuk dapat melakukan tindakan inisiatif dan pencegahan guna menjaga kesehatannya masing-masing. Terutama menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah.
Lanjut kata Febri yang juga pencipta lagu “Bumi Lestari” ini kembali menegaskan, bahwa masyarakat juga di seluruh daerah harus paham bahwa hari ini membakar lahan dan hutan sudah ada hukum pidana nya.
Membakar hutan dan lahan kini dianggap sebagai tindak pidana yang serius, dan para pelaku dapat dihukum dengan penjara hingga 10 tahun serta denda sebesar 10 miliar rupiah, sesuai dengan UU RI No. 18 Tahun 2014 Pasal 48 Ayat 1.
“Mari kita lestarikan bumi dengan cara merawat hutan dan lahan dengan tidak membakar, Stop Karhutlah dan wariskan budaya baik untuk masa depan anak cucu kita dikemudian hari,” ungkap Febri. (*)














