MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Belasan pasangan bukan suami-istri terjaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dalam operasi cipta kondisi, Sabtu (11/2/2023) Malam.
Operasi Cipta Kondisi tersebut dilakukan oleh Satpol PP Tulungagung bersama tim gabungan dari Polres Tulungagung, Kodim 0807, Sub Denpom V-6 Tulungagung.
Dalam keterangan resminya, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) Satpol PP Tulungagung Artista Nindya Putra mengatakan razia yang melibatkan tim gabungan ini dalam rangka cipta kondisi di wilayah setempat.
Petugas gabungan, sambung Genot akrab disapa, dengan menyisir dua hotel di wilayah pusat kota Tulungagung, hasilnya 13 pasangan bukan suami istri berhasil diamankan pada tempat tersebut.
“Razia malam ini, kami bersama tim gabungan menyisir 2 hotel yaitu S berada dekat stasiun Tulungagung dan P di jalan WR Supratman,” ucap Genot, Sabtu (11/2/2023) Malam.
“Ada 13 pasangan bukan suami istri kedapatan dalam satu kamar hotel, setelah diinterogasi tidak bisa menunjukkan surat nikah, makan kami gelandang ke kantor,” imbuhnya.
Dia menambahkan dari 13 pasangan yang diamankan dan dibawa ke markas Satpol PP guna melakukan pendataan lebih lanjut.
Dari keterangan Genot, 13 pasangan bukan suami istri berasal dari Tulungagung, meskipun begitu juga ada berasal dari luar kota.
“Rata-rata pasangan anak muda-mudi, kendati begitu tadi ada satu pasangan lanjut usia, kisaran berumur 60 tahun lebih,” tambahnya.
“Anehnya tadi ada 2 pasang muda-mudi mengaku sedang mengerjakan skripsi di dalam satu kamar hotel,” sambungnya.
Lebih lanjut Genot menjelaskan pasangan yang terjaring tersebut oleh petugas dilakukan pendataan dan pembinaan sekaligus membuat surat pernyataan agar tidak melakukan perbuatan haram tersebut.
“Kami data semua, dan yang belum menikah untuk orang tua bersangkutan akan dipanggil, sedangkan bagi sudah menikah kami layangkan panggilan untuk pasangan masing-masing tersebut,” terangnya.
“Pada intinya, giat razia ini ke depan akan semakin kami gencarkan kembali dengan menyisir beberapa tempat hotel lainnya,” imbuhnya.
“Razia bersama tim gabungan ini sebenarnya tindakan lanjut dari aduan masyarakat,” pungkasnya.














