MATTANEWS.CO, MALANG – Festival Grabah dan Pesta Rakyat UMKM dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Banten, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen Kota Malang, Minggu (7/9/2025).
Even festival gerabah juga menampilkan legenda cerita rakyat ‘Damar Templek’ tentang sejarah Penanggungan asal usul pengrajin gerabah yang diperankan oleh warga RW.02 Penanggungan.
Selain itu, pelaku UMKM dengan tenan tradisional yang berjajar di jalan Banten dengan suguhan makanan jadul juga tak kalah menarik.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam amanatnya menyampaikan bahwa gerabah harus tetap dilestarikan karena menjadi ikon Kota Malang. Tidak hanya masyarakat lokal, gerabah juga diminati wisatawan mancanegara, oleh karena harus perlu ditingkatkan dalam inovasi bagi pengrajin gerabah.
“Gerabah bukan hanya untuk peralatan rumah tangga saja, sekarang bisa dibuat hiasan rumah seperti vas bunga, celengan atau lainnya, jadi gerabah ini harus ditingkatkan lagi biar gak kalah dengan daerah lain,” ungkap Wahyu.
Wahyu menyebut bahwa faktor bahan baku dan permodalan yang membuat pengrajin gerabah kesulitan dalam pengembangan serta kurang diminati oleh generasi muda menggeluti usaha tersebut sehingga banyak yang beralih ke bisnis kost-kosan mengingat daerah tersebut sangat dekat dengan wilayah pendidikan seperti kampus+kampus ternama di Kota Malang.
‘Oleh sebab itu pemerintah hadir bagi pengrajin gerabah, sekarang bank pemerintah sudah menyiapkan permodalan bagi para pengrajin untuk mengajukan pinjaman modal tanpa jaminan agar pengrajin dapat lebih berkembang meningkatkan kerajinan gerabah,’ tuturnya.
Selain itu, faktor pemasaran gerabah juga sangat berpengaruh, mengingat bahan baku yang sulit juga akan berdampak bagi pengrajin gerabah, untuk itu Wahyu memberikan arahan, agar berkoodinasi dengan Diskoperindag Kota Malang agar mendorong hasil kerajinan gerabah bisa membantu dalam hal pemasaran.
“Kesulitan pertama memang bahan baku ya, bahan baku itu untuk kualitas yang lebih tinggi kita memang kesulitan. Bahan baku sendiri di daerah sini yang pasti sudah habis, bahan baku ini mendatangkan dari wilayah lain dari Kabupaten Malang, Kebetulan disini Kepala Diskopindag hadir nanti bisa di perhatikan untuk Gerabah di sini,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Ketua RW.02, Ace Hakim mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi gairah dalam membangkitkan kembali usaha gerabah agar naik kelas.
“Tentunya salah satu cara yaitu melakukan event-event untuk mengenalkan kembali gerabah, ini adalah pertama kali Diadaķan Festival Gerabah dipasarkan ke RW,” kata Hakim.
“Karena bersaing dengan produk-produk gerabah dari daerah lain kita memang punya banyak kendala jadi diperlukan bantuan dari pemerintah terutama kalau bisa dibuatkan inovasi untuk bahan baku yang terbarukan jadi dengan teknologi-teknologi tertentu agar kualitas bahan baku itu bisa kualitas gerabahnya bisa semakin baik,” ucapnya.
Terlebih, kualitas gerabah yang berada di Penanggungan sudah diakui, maka selayaknya agar pengrajin gerabah bisa tetap bertahan melalui cara tertentu dalam pengenalan gerabah mengahadapi tantangan era perkembangan jaman.
“Sudah dibuka galeri gerabah, dibuat semacam workshop jadi ada beberapa sekolah yang sudah melakukan kegiatan-kegiatan di situ mudah-mudahan bisa muncul generasi-generasi baru untuk rajin gerabah ya kira-kira begitu, agar vibe-nya lebih naik ya, gaungnya lebih luas, makanya Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung selama dua hari ini sangat amat ramai,sampai beberapa tenant tadi dari UMKM-UMKM itu minta agar dilaksanakan sebulan sekali, mudah-mudahan pemerintah bisa mendukung untuk itu,” pungkasnya.














