Oleh : Ricky Faerdinal
Membaca merupakan salah satu cara manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai bidang untuk memperbaiki mutu hidupnya sesuai dengan kemampuan intelektual dan spiritualnya. Berbagai tokoh dan ilmuwan mencapai keberhasilan dalam hidupnya melalui aktivitas membaca berbagai sumber bacaan. Membaca menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia yang ingin berkembang cepat dan maju, baik secara spiritual, intelektual, maupun fisik. Berawal dari itu, timbullah sebuah gagasan untuk mendirikan Taman bacaan masyarakat yang mendidik sekaligus beramal yang disebut sebagai TBM PENA.
Taman bacaan masyarakat pendidikan dan amal yang disingkat dengan TBM PENA merupakan Program ataupun Kegiatan inti dari Lembaga PKBM PENA, Taman Baca Masyarakat PENA ini didirikan dalam upaya memberikan layanan kepentingan bagi para peserta didik, warga belajar dan khususnya bagi masyarakat sekitar TBM Pena . Kita mengetahui bahwa dalam proses belajar menagajar disemua jenjang baik pendidikan Formal maupun non formal tidak lepas dari perpustakaan maupun TBM, dari taman baca masyarakat mereka akan memperoleh informasi tentang bermacam macam hal karena pada hakekatnya suatu taman bacaan masyarakat adalah tempat berkumpulnya pengetahuan dari masa kemasa.
Taman Bacaan Masyarakat PENA ini yang didirikan oleh dari masyarakat dengan tujuan menyediakan Layanan Informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat , terutama mengenai topik yang berguna bagi mereka yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat disamping itu juga taman baca masyarakat juga manpu mengembangkan pengetahuan serta kemanpuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemanpuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka Dan diharapkan mampu bertindak selaku agen cultural, artinya perpustakaan umum ataupun Taman Bacaan Masyarakat pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.
Taman bacaan masyarakat (TBM) PENA merupakan taman baca yang berada di dalam sebuah rumah untuk melayani kepentingan penduduk sekitar tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, Agama, adat istiadat umur dan lainnya. Kehadiran Taman Bacaan ini memberikan nuansa baru bagi masyarakat setempat serta menjadikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan baik pengetahuan maupun informasi terbaru. Penyelenggaraan TBM dimaksudkan untuk menyediakan akses bahan bacaan yang merata, meluas, dan terjangkau oleh masyarakat dengan mudah dan murah. Dengan tujuan meningkatkan kemampuan keberaksaraan dan keterampilanmembaca, serta menumbuh kembangkan minat dan kegemaran membaca, hingga mendorong terwujudkan masyarakat pembelajar sepanjang Hayat dan mewujudkan kualitas dan kemandirian masyarakat yang berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju, dan beradab.
Tujuan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pena tertuang dalam Visi yaitu Terbinanya Masyarakat yang lebih Cerdas, Berwawasan dan dapat meningkatkan Kesejahteraaan untuk membangun dunia pendidikan dengan menciptakan budaya baca pada masyarakat serta memperkaya wawasan masyarakat melalui buku. Upaya mewujudkan Visi dan tujuan TBM Pena melakukan berbagai aspek dengan misi yaitu Menggerakan (Memobilisasi) Serta Menggali Potensi Suumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) setempat. Kemudian Mengembangkan dan Memfasilitasi Usaha – Usaha dalam kelompok belajar sesuai dengan kebutuhan setempat serta Memanfaatkan dan menjalankan program Pemerintah dalam usaha pemberdayaan Masyarakat.
Dalam upaya membangun budaya baca masyarakat serta pengembangan minat baca masyarakat di Desa Kampung Baru Kecamatan Bilah Barat TBM Pena melaksanakan berbagai program seperti : Kelas Ibu Membaca (KIM), Baca Tulis Ceritakan (BatiC), Iqro Al Quran Bersama (IMAN), Minggu Ceria dengan Buku (Main Buku). Program TBM PENA yang pertama adalah “KELAS IBU MEMBACA” atau di singkat dengan KIM, yang hanya terfokus kepada kaum ibu. KIM lahir untuk mengubah kebiasaan kaum ibu yang mengisi waktunya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Biasanya kaum ibu sudah jarang kita temui yang mau membaca, bahkan memegang buku pun jarang. Melalui program ini para ibu mempunyai kesempatan untuk membaca dan menambah wawasan. Kelas Ibu membaca bukan hanya sekidar membaca dan menambah wawasan atau pengetahuan, juga dilakukan pengembangan pengetahuan hasil baca.
Kelas ibu membaca merupakan kegiatan Praktek keterampilan dari buku-buku yang tersedia di TBM dengan cara pengelola mencarikan narasumber teknis di bidang keterampilan tertentu misalnya membuat Keripik Pisang Coklat , Keripik Kentang, Roti/ Bolu , sampho, sabun cuci, kecap, atau minyak kelapa dengan cara demo. Demo membuat Roti atau Bolu ini akan memotivasi masyarakat untuk membaca karena penjelasan lengkap melalui buku yang dibaca. Dengan dilaksanakan program ini dapat mendorong budaya baca maasyarakat karena dengan membaca akan melahirkan hasil dan dapat meningkatkan penghasilan tambahan.
Seseorang harus mempunyai kreatifitas yang tinggi dan ide yang menarik tentunya harus banyak membaca. Salah satu kegiatan Kelas Ibu Membaca (KIM) adalah membuat hasilUsaha rumahan yang biasa di kerjakan bersama-sama sesuai dengan kelompok masing-masing. Selain dari ide para ibu resep yang di gunakan dikonsumsi dari koleksi buku resep di TBM PENA. Biasanya setelah membaca mereka mempraktekkan langsung. Dengan kepandaian mengolah makanan melalui buku yang mereka baca menjadi usaha yang menguntungkan. Usaha yg mereka rangkul adalah mengolah makanan ringan atau biasa di sebut cemilan. Di sini para peserta Kelas Ibu Membaca menjadi lebih kreatif untuk menciptakan resep makanan yang baru. Dengan di bentuknya KIM ini mampu mengubah perekonomian masyarakat.
Dalam kelas ibu membaca ini bukan hanya seorang ibu yang berusia 30 atau 40 tahun tapi ada juga seorang ibu yang sudah lanjut usia juga ingin membaca untuk menambah wawasan terhadap ilmu,jadi bukan hanya anak dan ibu yang berusia muda saja yang ingin mencari ilmu dan pandai membaca seorang ibu yang sudah lanjut usia jua ingin membaca karena ibu lansia ini merasa rugi tidak bisa membaca.
Baca Tulis dan Ceritakan (BaTiC), dewasa ini generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat dikalangan masyarakat, mulai dari segi pendidikan, teknologi, moral, dan budaya. Generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri yaitu, mereka lahir pada saat TV berwarna, handphone juga internet sudah diperkenalkan. Sehingga generasi ini sangat mahir dalam teknologi yang membuat berkurang nya minat membaca. TBM PENA mempunyai solusi untuk generasi ini, memulai minat membaca sejak dini akan mengurangi kecanduan dalam teknologi. Melalui program ini anak akan di berikan kesempatan untuk mengingat kembali jasa-jasa pahlawan atau orang yang sedang tenar saat ini untuk di teladani kemudian di ceritakan dan ditulis kembali.
Program Batik atau Baca Ceritakan dan Tulis ini merupakan Kegiatan bagi anak anak dalam menumbuh kembangkan minat baca dan melahirkan seorang penulis. Dalam menjalankan program ini pengelola memberikan kesempatan pada anak-anak untuk membaca kemudian diberikan kesempatan untuk menceritakan hasil yang dibacakan selanjutnya pengelola mengajak para anak-anak untuk kembali menuliskan kembali apa yang telah dibacakan dan yang diceritakanitu. Agar program ini berjalan dan terlaksana pengelola memberikan Hadiah seperti Buku Tulis, Buku bergambar ,Cat Berwarna dan makanan. Program ini bertujuan untuk menciptakan para penulis pemula yang berlandaskan atau berdasarkan buku yang telah dibaca dari TBM Pena.
Sedangkan pada point selanjutnya, Iqro al quran merupakan program yang memberikan pelayanan bagi para pengunjung yang ingin mendalami nilai-nilai al quran, dalam menjalankan kegiatan ini melakukan system atau model dengan cara membaca bersama kemudian memahami isi pengertian dalam al quran, selain memahami nilai atau arti dalam bacaan al quran disini juga akan dibimbing cara membaca al qurana yang benar. Dalam menjalankan proses kegiatan ini, TBM PENA menghadirkan atau tenaga pengajar yang disebut dengan Ustadz dan Ustaza. Semoga dengan dilakukannya kegatan ini kita berharap tentunya kita mampu memberikan pengetahun ilmu bagi para pengunjung.
Program TBM PENA berikutnya yakni “ Minggu yang Ceriah”. Kegiatan ini tertuju kepada anak-anak yang mana pada hari minggu adalah saat libur sekolah. Selama enam hari terperangkap di sekolah dengan tugas-tugas yang diberikan guru membuat anak menjadi sibuk dan mengurangi waktu bermain. Untuk membalas kejenuhan itu TBM PENA memberikan solusi kepada anak-anak untu tertawa bahagia dengan melupakan semua tugas-tugas mereka. Di kegiatan minggu yang ceria ini anak tetap belajar sambil bermain. Mengembangkan potensi anak bukanlah hanya berada di lingkungan sekolah, tetapi di lingkungan luar sekolah juga mendukung potensi anak. Melalui kegiatan ini mampu meningkatkan minat baca, karana sebelum bermain anak di wajibkan membca buku khusus buku cerita yang tidak memberatkan pikiran mereka.
Rekreasi dan belajar di luar lingkungan sekolah Demi memperkaya wawasan sekaligus menyeimbangkan pertumbuhan psikologis anak, TBM PENA mempunyai program yang mampu meningkatkan rasa persaudaraan yang kuat. Rekreasi yang dilakukan TBM PENA adalah mengajak anak-anak Bermain bersama dengan permainan yang sering dilakukan dan makan bersama bukan di dalam rumah melainkan di luar rumah Dengan membawa bekal masing-masing. Saat proses makan berlangsung di sinilah terlihat mana anak yang peduli dengan temannya yang mungkin tidak memiliki lauk yang seenak yang ia miliki.Minggu yang ceriah di suguhkan dengan budaya game. Game bukan hanya sekedar memberikan hiburan kepada anak , melalu game juga mampu meningkatkan kreatifitas anak dan cara bepikir yang baik. Meningkatkan keaktifan seorang anak saat mendapatkan kesulitan. Game juga dapat membentuk karakter seorang anak.
Editor : Anang














