Bangunan Gapura SDN 04 Tanjung Tanah Datar, Diduga Dilakukan Asal-Asalan

  • Whatsapp
Pembangunan gapura SDN 04 di Nagari Tanjung Tanah Datar Sumbar diduga dilakukan secara asal-asalan (M Rafi / Mattanews.co)
Pembangunan gapura SDN 04 di Nagari Tanjung Tanah Datar Sumbar diduga dilakukan secara asal-asalan (M Rafi / Mattanews.co)

 

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Bantuan dari The Boeing Community Investment Fund (BCIF) dan Aksi Cepat Tanggap(ACT) untuk SDN 04 Nagari Tanjung Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) sudah diberikan, dalam program Rebuilding of Public Elementary School 04 Tanjung.

Bacaan Lainnya

Namun, bantuan berupa pembangunan gapura sekolah yang sudah berjalan, diduga dilakukan secara asal-asalan oleh pekerjanya. Gapura sekolah tersebutmembentuk struktur karangan besinya asal jadi saja.

AF, warga di Nagari Tanjung mengatakan, dia yang pernah menjadi komite sekolah SDN 04 Tanjung, merasa kecewa dengan pekerjaan tukang yang asal jadi saja.

Dia yang sudah lama bergelut di pertukangan dan 6 tahun menjadi pendamping lokal di proyek pembangunan di PNPM Kecamatan Sungayang itu, sudah menegur tukang yang mengerjakan gapura secara asal-asalan.

“Kok pekerjaan asal-asal saja. Ini kan untuk nagari saya. Pekerjaan struktur besi itu juga, tetap dilakukan dengan tidak sesuai aturan dan struktur yang berlaku,” ujarnya, Rabu (2/6/2021).

Atas temuan tersebut, AF sudah melaporkan ke petugas lapangan dari ACT, namun hingga kini belum ada respon baik.

Awak Mattanews.co mencoba mengkonfirmasikan ke Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tanah Datar Riswandi, tentang kekecewaan masyarakat tentang bantuan BCIF-ACT, ke SDN 04 Nagari Tanjung itu.

“Saya sudah cek ke sana, hanya waktu pekerjaan sudah dimulai saja. Tentang pekerjaan yang membuat kecewa masyarakat itu, saya akan kordinasikan sama kepala sekolahnya nanti,” ucapnya.

Ditambahkan Wali Nagari Tanjung Tanah Datar Paze Andrif, dirinya juga sudah mendapatkan laporan dari warga tentang pekerjaan pembangunan gapura itu.

“Kalau,masalah bantuan, kita tak mau ikut campur terlalu dalam. Namun kurangnya kontrol pekerjaan, yang membuat hasil kerjanya buruk. Itu akan kita kordinasikan dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Paze menuturkan, rasa kecewa para warga juga turut dirasakannya. Dia berharap kepada pemerintah daerah dan dinas terkait, untuk melakukan pemantauan pekerjaan, walaupun itu sifatnya bantuan.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait