BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Banjir Rendam 1.500 Hektare Sawah di OKI, Petani Terancam Gagal Panen

×

Banjir Rendam 1.500 Hektare Sawah di OKI, Petani Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Banjir merendam 1.321 hektare lahan padi dan 265 hektare persemaian di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Genangan air yang bertahan selama dua hari terakhir ini mengancam petani mengalami gagal tanam dan gagal panen.

Linda, seorang sumber yang memantau kondisi tersebut, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai meluap sejak Selasa lalu. Berdasarkan laporan Koordinator Penyuluh, Cecep, kondisi ini membawa ancaman kerugian ekonomi yang serius bagi kelompok tani setempat.

“Potensi kerugian mencapai 6 ton gabah per hektare. Jika dikalikan dengan harga gabah Rp6.500 per kilogram, jumlah kerugiannya sangat besar,” ujar Linda, Rabu (10/25)

Pemerintah setempat melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura OKI biasanya menyiapkan bantuan penggantian benih untuk meringankan beban petani jika kerusakan tak terhindarkan.

Berdasarkan data lapangan, banjir melanda enam desa dengan usia tanaman padi rata-rata 1 hingga 12 hari setelah tanam (HST). Desa Tugu Mulyo menjadi wilayah terdampak terluas dengan 450 hektare, disusul Tugu Jaya (350 ha), Tugu Agung (300 ha), Bumi Agung (101 ha), Mekar Jaya (70 ha), dan Tulung Harapan (50 ha).

Kerusakan juga menghantui area persemaian seluas 265 hektare yang tersebar di tiga desa. Wilayah terparah berada di Tebing Suluh seluas 215 hektare (umur 10 hari setelah semai/HSS), diikuti Sindang Sari dan Cahya Maju yang masing-masing seluas 25 hektare.

“Laporan masuk sejak kemarin. Sebagian besar adalah tanaman baru tanam,” tandasnya.