MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sebanyak 500 santri Pondok Pesantren Aulia Cendikia mengikuti acara Gerakan Santri Cinta Rupiah se-Sumatra Selatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, kemarin. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023, merupakan salah satu upaya BI untuk mensosialisasikan gerakan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada kalangan anak dan remaja.
Pimpinan Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Hendra Zainuddin, kegiatan tersebut dapat dijadikan nilai tambah sebagai warna Negara Indonesia agar senantiasa Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
“Melalui edukasi CBP Rupiah, para santri diberikan penjelasan mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah dan cara mengenalinya,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ratusan santri yang hadir juga didorong untuk lebih mencintai dan merawat uang Rupiah termasuk salah satunya dengan membelanjakannya secara bijak.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Marlison Hakim mengatakan Bank Indonesia memiliki tugas dan kewenangan dalam pengelolaan uang Rupiah mulai dari perencanaan, pengedaran, sampai dengan pemusnahan.
Bank Indonesia berupaya untuk menjaga kecukupan uang, memperluas peredaran, serta meningkatkan kualitas uang yang beredar guna memastikan Rupiah dapat tersedia cukup di masyarakat.
“Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa, oleh karena itu mari kita perlakukan Rupiah dengan baik. Mari kita rawat Rupiah dan berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan, serta berhemat,” kata dia.
Bank Indonesia juga memberikan literasi digital mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada santri sebagai bagian dari Pre-Event Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi CBP Rupiah akan terus dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Hal ini sebagai wujud komitmen Bank Indonesia untuk terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk mencintai, bangga, dan paham akan Rupiah yang menjadi simbol kedaulatan Republik Indonesia.














