BERITA TERKINI

Bansos BPNT Kentang dan Apel Busuk, Warga Imbanagara Raya Ciamis Mengeluh

×

Bansos BPNT Kentang dan Apel Busuk, Warga Imbanagara Raya Ciamis Mengeluh

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Sejumlah warga penerima Bantuan Sosial (Bansos) berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar) mengeluh menerima kentang dan buah apel tidak layak konsumsi. Akibatnya, bantuan tersebut kini terpaksa diberikan pada hewan ternak atau hewan peliharaan yang mereka miliki.

Kejadian itu dialami Endah (nama samaran), warga Dusun Selaawi Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, kentang dan apel yang didapatnya dari bantuan BPNT dari agen E-warong tidak bisa diolah lantaran sudah busuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

“Saya coba cuci berulangkali masih tetap bau dan pas dibuka ternyata busuk sampai ke dalam. Akhirnya tidak jadi saya olah, saya kasihkan ke ikan di kolam,” kata Endah kepada Mattanews.co, Jumat (24/12/2021).

Menurut perempuan berusia 66 tahun tersebut, ia merasa keberatan dengan bantuan kentang dan apel tersebut, lantaran pemberian bantuan yang lalu juga yang diterima berupa buah pir yang tidak bisa dikonsumsi alias busuk.

Apalagi, di tengah pandemi covid-19 saat ini, ia dan keluarga berharap ada bantuan yang bisa diolah untuk kebutuhan makan sehari-hari.

“Tadi siang saya ambil bantuanya dari E-warong, mau saya kembalikan enggak jadi nanti dikira cerewet. Bukan saya saja, ada yang lain juga dapat kentang busuk,” ucapnya.

Menurut dia, bulan-bulan sebelumnya juga pernah mendapatkan beras tidak layak konsumsi karena berwarna kuning.

“Pernah coba dikembalikan pada Agen waktu beras kuning itu, tapi Agen malah mengatakan ‘cuma beras bantuan tidak usah cerewet’ nah makanya saat ini kita dapat kentang dan apel busuk diterima saja, tidak mau dikembalikan pada agen,” paparnya.

Saat dikonfirmasi, Ade selaku pemilik agen E-warong Desa Imbanagara Raya mengatakan, tidak mengetahui adanya komoditi seperti kentang dan apel yang busuk.

“Karena kita tidak sempat mengecek komoditi, ketika barang datang dari suplier kan sudah di paket-paket dan juga saya itu pesan komoditinya dari hari kemarin tetapi baru datang tadi pagi,” terangnya.

Selanjutnya ia mengatakan, terkait semua komoditi, pihak Agen E-Warong sudah menulis tulisan di dinding toko, jika ada barang yang tidak layak konsumsi bisa langsung dikembalikan.

”Kita pasti akan menggantikan komoditi yang tidak layak konsumsi dengan yang bagus jika ada warga yang mengeluhkan,” ucapnya.

Sementara saat ditanyakan pelayanan pihak E-warong terkait complain warga yang mendapatkan bahan makanan yang rusak, Ade menyangkal bahwa dirinya mengucapkan kata-kata yang kurang baik kepada warga.

“Saya tidak pernah mengomel ataupun berkata kasar kepada warga yang akan menggantikan komoditi rusak atau tidak layak konsumsi,” jelasnya.

Sementara itu, Ilmayasa selaku Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis mengatakan, jika ada komoditi BPNT yang kurang atau tidak layak konsumsi, berdasarkan arahan dari Dinsos melalui pendamping di masing-masing E-Warong, untuk segera diganti dengan kualitas yang lebih bagus.

“Jika terjadi seperti ini, kita akan segera konfirmasi dan klarifikasi, jika betul KPM mendapatkan komoditi yang jelek kita akan dorong E-Warong untuk segera mengganti dengan yang layak,” terangnya.

Dan E-Warong itu lanjutnya, adalah binaan dari Bank Mandiri dan sebelum penyaluran hari ini, Mandiri mengeluarkan surat ke E-Warong untuk menyediakan komoditi dengan kwalitas dan kuantitas yang bagus.

“Maka ketika ada kejadian yang tidak diharapkan seperti ini, kita akan segera sampaikan ke pihak Bank Mandiri sebagai pembina E-Warong,” tandasnya.