MATTANEWS.CO, BATURAJA – Dalam membantu Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk membayar tunggakan hutang dan tagihan listrik yang menunggak, Forum Ormas dan masyarakat OKU Peduli, gelar aksi penggalangan dana di Simpang Ramayana, Baturaja pada selasa (25/1/2022) pagi.
Sebelumnya, forum yang terdiri dari ormas, pemuda dan mahasiswa itu, melakukan audiensi dengan DPRD OKU, terkait bahasan hutang Pemda OKU. Terutama hutang proyek dan beberapa tunggakan lain, sehingga kabupaten OKU mengalami defisit hingga Rp 119 Miliar.
Dikatakan Koordinator Aksi, Josi Robert, dari audiensi tersebut, pihaknya menilai ada pemaksaan dalam pelaksanaan proyek, yang dinilai tidak pada skala prioritas dan terkesan dipaksakan. Sehingga, di tahun 2022 anggaran APBD OKU masih tetap akan dibebani dengan hutang tahun sebelumnya.
“Ada beberapa proyek yang tidak bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dan terkesan memaksakan. Sehingga, terjadilah hutang di pemda OKU. Hari ini, kita mencoba berbuat untuk membantu Pemda untuk membayar hutang-hutangnya, terutama tunggakan listrik dan hutang lainnya,” jelasnya.
Robert melanjutkan, ada beberapa dinas di Kabupaten OKU yang sudah tiga bulan menunggak listrik. Kemudian gedung DPRD OKU sendiri sudah dua bulan menunggak listrik.
Maka dari itu, ia berharap, dengan penggalangan dana tersebut, dapat melunasi hutang maupun tunggakan di dinas atau OPD serta tunggakan lain. Selanjutnya, hasil dari penggalangan dana itu akan diserahkan langsung ke Plh Bupati OKU.
“Kalau tidak kita turun tangan siapa lagi yang mau membantu pemerintah. Oleh karena itu, berapapun yang terkumpul akan kita serahkan ke PLH Bupati OKU,” tandasnya.














