MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Badan Urusan Logistik (Bulog) Putussibau terus melakukan langkah – langkah untuk menstabilkan harga pangan khususnya beras, yang saat ini mengalami kenaikan di pasaran.
Rabu (11/10/2023), Bulog Putussibau kembali
menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan tahap II tahun 2023 di kantor Desa Sibau Hilir Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu beserta jajaran.
Pimpinan Cabang Pembantu (Pincapem) Badan Urusan Logistik (Bulog) Putussibau Azwar Fuad menjelaskan penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan upaya pihaknya dalam antisipasi, mitigasi dan atau dari pemerintah kepada masyarakat khususnya masyarakat miskin dan kurang mampu terhadap terjadinya kekurangan pangan yang berdampak terhadap terjadinya krisis pangan, fluktuasi harga pangan dan kerawanan pangan.
“Sehingga berdasarkan Peraturan Presiden No 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, Maka Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dapat mengintruksikan Perum BULOG untuk memberikan Bantuan Pangan (beras) kepada masyarakat miskin yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum BULOG,” ujar Fuad.
Lebih lanjut Fuad mengatakan, kegiatan penyaluran Bantuan Pangan CPP Tahap 2 Tahun 2023 ini merujuk pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 210/TS.03.03/K/9/2023 Tanggal 4 Sewptember 2023 perihal Penyaluran CPP dalam rangka Pemberian Bantuan Pangan Beras.
“Sasaran dan tujuan program badan pangan nasional telah menetapkan bahwa pemberian bantuan pangan ini diberikan kepada masyarakat miskin dan kurang mampu yang terdaftar dalam program PKH dan BPNT yang bersumber dari data DTKS (SIKS-NG ) yang dikelola oleh Kementerian Sosial RI,” jelasnya.
Adapun jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Kapuas Hulu saat ini adalah sebesar 18.908 KK yang tersebar di 23 Kecamatan.
Ditambahkan Fuad, tujuan program pemberian bantuan pangan ini adalah untuk mambantu meringankan beban pengeluaran penerima bantuan pangan, khususnya dalam momen hari besar keagamaan nasional, kerawanan pangan akibat dampak kemarau panjang, kemiskinan, stunting, dan gizi buruk, keadaan darurat, serta mengendalikan dampak inflasi.
“Adapun di tingkat daerah atau kabupaten, program ini bisa berjalan insya Allah dengan lancar berkat kerjasama antara Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Sosial Kabupaten Kapuas Hulu dan Perum BULOG KCP Putussibau serta Dukungan dari seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu mulai dari Bupati, Wakil Bupati, kecamatan serta Kelurahan dan desa se Kabupaten Kapuas Hulu,” ulasnya.
Untuk jumlah bantuan pangan tahap II yang akan diterima oleh KPM adalah sebanyak 10 kg per bulan selama 3 bulan alokasi (september, oktober dan Nopember) 2023 sehingga kata Fuad setiap KPM nanti akan mendapat total 30 kg beras.
“Dengan total beras yang akan disalurkan sebanyak 567.240 kg (Lima ratus enam puluh tujuh ribu dua ratus empat puluh kilogram),” katanya.
Adapun sumber dana program bantuan pangan ini berasal dari APBN tahun anggaran 2023 dengan menyesuaikan harga pembelian beras CBP oleh pemerintah kepada Perum BULOG.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan, untuk mengantisipasi kesulitan pangan kedepan, utamanya beras, agar masyarakat tidak hanya bergantung dengan beras saja, karena makanan pendamping beras banyak sekali.
Disampaikan Bupati, ada 10 macam makanan pendamping yang bisa kita konsumsi, salah satunya pisang, jagung,sukun ubi-ubian dan lainnya, itu fungsinya juga kurang lebih, dan juga sangat-sangat berprotein, tanaman berenergi, sehingga kualitasnya sama juga, fungsinya sama dengan beras jadi tidak kalah penting juga.
“Saya berharap kepada masyarakat, karena kita masih memiliki banyak lahan pertanian, yang mungkin belum produktif, sehingga mungkin itu bisa di kaji, dipikirkan, agar dimanfaatkan dengan di tanam – tanaman pendamping beras, jadi kita tidak terfokus kepada beras saja,” pesan Bang Sis, sapaan akrab Bupati Kapuas Hulu ini.
Untuk itu Bupati Sis menyampaikan, terima kasih kepada Bulog dan seluruh dinas terkait, sehingga pada hari ini, penyaluran beras tahap kedua dapat kita laksanakan, mudah-mudahan nanti masyarakat yang mendapatkan bantuan ini betul – betul terbantu untuk kebutuhan sehari-harinya.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada keluarga penerima manfaat, mudah-mudahan ini betul-betul bisa di manfaatkan dan bisa membantu perekonomian daripada keluarga yang menerima manfaat,” tuturnya.
Saat ini kata Fransiskus Diaan, dunia sedang mengalami kemarau yang berkepanjangan, namun daerah Kapuas Hulu tidak terlalu terdampak, tetapi secara keseluruhan di Indonesia, kususnya di beberapa provinsi, terjadi kemarau yang berkepanjangan, bahkan kesulitan air bersih, gagal tanam, gagal panen, karena kemarau yang luar bias exstrim, diperkirakan el nino bisa sampai enam bulan.
“Puji Tuhan kita di Kapuas hulu, tidak terlalu berdampak panjang, karena walaupun kemarau, satu atau dua minggu pasti ada hujan,” tuntasnya. (BAYU)















