BERITA TERKINIEKONOMI & BISNIS

Bebas Mata SePeLe: Cerita Mata Lelah di Balik Gaya Hidup Digital

×

Bebas Mata SePeLe: Cerita Mata Lelah di Balik Gaya Hidup Digital

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI/ROP

MATTANEWS.CO – Pukul enam pagi, alarm ponsel berbunyi. Layar menyala sebelum mata benar-benar siap terbuka. Notifikasi menumpuk pesan kerja, email, berita terbaru. Tanpa disadari, hari pun dimulai dengan menatap layar.

Beberapa jam kemudian, mata mulai terasa sepet. Menjelang siang, muncul sensasi perih. Saat malam tiba, mata terasa lelah, berat, dan sulit fokus. Namun rutinitas terus berjalan. Deadline tidak menunggu mata beristirahat.

Bagi banyak orang, kondisi ini terasa begitu biasa hingga nyaris tak dianggap masalah. Padahal, mata sepet, perih, dan lelah—SePeLe—bisa menjadi tanda mata kering yang kerap luput disadari.

Ketika SePeLe Menjadi “Normal Baru”

Gaya hidup digital membuat mata bekerja lebih keras dibanding generasi sebelumnya. Bekerja di depan laptop, berpindah ke ponsel, lalu menutup hari dengan hiburan digital telah menjadi pola yang sulit dihindari.

Ironisnya, 41% masyarakat di Jakarta dan Bandung tercatat mengalami mata kering, namun sebagian besar tidak menyadari kondisi tersebut. Keluhan SePeLe sering dianggap wajar sekadar efek kurang tidur atau terlalu lama bekerja.

“Banyak pasien datang dengan keluhan mata cepat lelah dan perih, tetapi tidak menyadari bahwa itu merupakan gejala mata kering,” ujar dr. Andi Pratama, SpM, dokter spesialis mata. “Karena tidak menimbulkan nyeri hebat, keluhan ini sering dianggap sepele.”

Mengapa Mata Mudah Kering di Era Digital?

Saat menatap layar, frekuensi berkedip manusia menurun drastis. Padahal, kedipan berfungsi menyebarkan air mata secara merata di permukaan mata. Ketika kedipan berkurang, air mata lebih cepat menguap dan mata kehilangan kelembapannya.

“Kondisi ruangan ber-AC, paparan layar dalam waktu lama, serta polusi udara membuat mata kering semakin sering terjadi, bahkan pada usia muda,” jelas dr. Rina Kusuma, SpM(K), dokter spesialis mata konsultan.

Menurutnya, mata kering bukan hanya soal rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan mata cepat lelah, sensasi panas, hingga penglihatan kabur sementara yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Produktivitas Menurun, Kualitas Hidup Terganggu

Mata yang terus-menerus terasa tidak nyaman membuat aktivitas harian terasa lebih berat. Membaca, menulis, hingga menatap layar dalam waktu lama membutuhkan usaha ekstra. Tak jarang, keluhan mata diikuti rasa lelah pada kepala dan sulit berkonsentrasi.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa mata kering dapat berdampak langsung pada produktivitas,” kata dr. Rina. “Padahal hampir semua aktivitas modern sangat bergantung pada kesehatan mata.”

Namun karena gejalanya datang perlahan, mata kering sering kali baru disadari setelah keluhan muncul berulang dan mulai mengganggu rutinitas.

Cerita Pengguna: ‘Saya Kira Cuma Capek Biasa’

Rina (32), pekerja kreatif di Jakarta, mengaku hampir setiap hari mengalami mata sepet dan perih. “Awalnya saya pikir cuma kurang tidur atau terlalu lama bekerja di depan laptop,” ujarnya.

Seiring waktu, keluhan tersebut semakin terasa. Mata cepat lelah, bahkan untuk membaca dalam waktu singkat. Setelah memahami bahwa kondisinya berkaitan dengan mata kering, Rina mulai lebih peduli pada kesehatan matanya.

“Sekarang saya lebih sadar untuk istirahat mata dan selalu sedia INSTO Dry Eyes ketika mata mulai terasa tidak nyaman,” katanya.

Pengalaman Rina mencerminkan banyak orang lain yang baru menyadari mata kering setelah gejalanya memengaruhi aktivitas sehari-hari.

INSTO Dry Eyes, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas Padat

Di tengah tuntutan gaya hidup modern, solusi yang praktis menjadi kebutuhan. INSTO Dry Eyes hadir sebagai salah satu solusi untuk membantu meredakan gejala mata kering, khususnya mata SePeLe.

Dengan formulasi khusus untuk membantu menjaga kelembapan mata, INSTO Dry Eyes dapat digunakan saat mata terasa sepet, perih, atau lelah akibat aktivitas digital, paparan AC, maupun polusi.

“Tetes mata yang tepat dapat membantu menjaga permukaan mata tetap lembap dan mengurangi ketidaknyamanan akibat mata kering,” jelas dr. Andi.

Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Kesehatan Mata

Selain menggunakan tetes mata, para ahli menyarankan beberapa kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:

  • Menerapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke jarak 20 kaki selama 20 detik
  • Sadar untuk sering berkedip, terutama saat bekerja di depan layar
  • Memastikan waktu istirahat yang cukup
  • Mengurangi paparan AC langsung ke mata
  • Menggunakan INSTO Dry Eyes saat mata mulai terasa tidak nyaman

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko mata kering dan menjaga kenyamanan mata dalam jangka panjang.

Saatnya Memberi Mata Hak untuk Beristirahat

Di tengah dunia yang bergerak cepat, mata kita sering menjadi saksi pertama dan terakhir dari setiap aktivitas. Dari layar yang menyala sejak pagi hingga cahaya redup menjelang tidur, mata bekerja tanpa henti—sering kali tanpa kita sadari.

Ketika mata mulai sepet, perih, dan lelah, itu bukan sekadar keluhan kecil. SePeLe adalah bahasa tubuh mata, cara halus untuk meminta perhatian. Mengabaikannya berarti membiarkan kenyamanan dan kualitas hidup perlahan terkikis.

Kini, kesadaran menjadi kunci. Mengenali mata kering sejak dini, mengubah kebiasaan digital, dan memilih solusi yang tepat seperti INSTO Dry Eyes adalah langkah sederhana namun bermakna. Karena mata yang sehat bukan hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas hidup di tengah ritme modern.

Bebas Mata SePeLe bukan sekadar slogan. Ia adalah ajakan untuk berhenti menormalisasi ketidaknyamanan, dan mulai memberi mata haknya: tetap lembap, nyaman, dan siap melihat dunia dengan lebih jernih.