Begal Sadis COD, Berhasil Dilumpuhkan Satreskrim Polsek Kertapati

  • Whatsapp

* Sedikitnya Sudah 23 Kali Beraksi di Kota Palembang dengan modus COD

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi jajaran Polsek Kertapati, yang sukses menangkap spesialis begal sadis di Kota Palembang, yang setidaknya telah beraksi di 23 tempat.
Aris Candra alias Aris (18) warga Jalan Abi Kusno Cokro Suyoso, Lorong Kemana, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang terpaksa meringkuk di balik jeruji besi tahanan Polsek Kertapati Palembang, Kamis (23/9/2021).

“Kita apresiasi tangkapan Polsek Kertapati itu. Jajaran ini sukses mengungkap kasus begal lebih dari 23 TKP. Memang atensi kami, untuk segera ungkap kasus besar yang terjadi, khususnya di Kota Palembang,” ungkap Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Toni Harmanto, didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra dan Kapolsek Kertapati, AKP Irwan Siddik.

Ditambahkan, Kapolsek Kertapati, tersangka ini terakhir beraksi begal di Jalan
Abi Kusno CS, depan Lorong Kemana, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang dengan korban Ramadhan (24). Tersangka saat itu bersama temannya, Iqbal Joniaga, yang lebih dulu tertangkap dan dalam beraksi tersangka dan rombongannya ini tidak segan-segan melukai korbannya.

“Modus yang digunakan tersangka ini, tidak lain COD handphone dengan korban. Karena tersangka bersama teman-temannya, membuat kegaduhan, sehingga komplotan inj berbagi peran. Ada yang menodongkan senjata jenis pedang ada juga menggunakan pisau, serta ada juga yang melarikan handphone korban jenis OPPO A5S,” beber Kapolsek.

AKP Irwan Siddik, menjelaskan tersangka terpaksa dilumpuhkan karena melawan saat hendak dibawa ke Polsek Kertapati.

“Kami terpaksa berikan tindakan tegas terukur kepada tersangka, karena melawan saat ditangkap. Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, guna pengembangan,” terangnya.

Sementara tersangka mengaku dirinya sudah lebih dari 20 kali beraksi.

“Sasaran kami, yaitu COD handphone. Hasilnya saya gunakan untuk judi online,” jelas residivis kasus yang sama ini.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait