MATTANEWS.CO, BANDUNG – Rumah tua menyeramkan yang pernah dijadikan tempat syuting film Pengabdi Setan berada di wilayah perkebunan milik PTPN VIII, tepatnya di Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung kini ramai dikunjungi dan dijadikan tempat wisata.
Rumah berlantai dua dengan gaya Vintage Eropa itu diperkirakan telah berdiri sekitar dua abad yang lalu.
Film remake Pengabdi Setan besutan Joko Anwar disebut-sebut merupakan film horor terseram yang pernah ada di tanah air.
Rumah kayu milik PTPN VIII ini mendadak ramai dikunjungi orang. Kebanyakan, yang datang penasaran untuk mengetahui bentuk asli dari lokasi syuting film menyeramkan itu.
Terlihat dari luar, dinding kayu dari rumah tersebut telah kusam, karena memang sudah tak terawat dan tak berpenghuni sekian lamanya. Langit-langitnya menganga karena termakan usia.
Tayang perdana pada 28 September 2017 lalu, film Pengabdi Setan telah menjadi film horor paling banyak ditonton di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Orang-orang mengaku dibuat merinding usai menonton film remake berjudul sama pada tahun 1980-an itu.
Kengerian ‘Pengabdi Setan’ tentunya tidak terlepas dari setting lokasi yang digunakan saat penggarapan film.
Jika pada film ‘rumah Pengabdi Setan’ itu tampak sangat menyeramkan, lantas bagaimana kondisi asli dari rumah tersebut?
Bagi yang pernah menonton filmnya, dalam fikiran mungkin langsung terbayang ngerinya sosok Ibu yang diperankan secara piawai oleh Ayu Laksmi.
Jauh dari cerita bahwa rumah tersebut berada di tengah hutan, nyatanya rumah dinas untuk pejabat PTPN itu berada di pemukiman warga.
Jarak antara rumah tersebut dengan rumah lainnya tak lebih dari 50 meter.
Karyawan PTPN VIII, Dadang Somantri (39) membantah kabar yang menyatakan bahwa rumah tersebut tak berpenghuni sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.
“Terakhir diisi tahun 2016, rumah ini diperuntukan untuk pejabat PTPN minimal kepala bagian. Namun, karena pejabatnya sering dimutasi oleh atasannya, jadinya paling lama ditinggali sekitar empat sampai enam bulan,” kata Dadang saat ditemui di kesiamannya Sabtu (30/1/2021).
Di halaman rumah, masih terlihat ada lubang bekas kuburan yang digunakan untuk kebutuhan syuting.
Hawa sejuk langsung terasa ketika masuk ke rumah tersebut, pasalnya rumah tersebut memiliki langit-langit yang tinggi dengan ventilasi yang baik khas arsitektur Eropa.
Tidak ada furniture apapun kecuali sofa dan meja di ruang tamu yang digunakan petugas.
Di lantai pertama, terdapat juga dapur, sementara di bagian belakang terdapat dua ruangan, salah satunya adalah sumur yang menjadi lokasi dari adegan yang di mana “Hantu Ibu” menarik salah satu pemain untuk ikut tercebur.
Di tengah rumah, ada tangga yang membawa ke lantai atas. Kondisinya begitu gelap, kurang penerangan, lantaran genteng kaca nan kusam dan dipenuhi jaring laba-laba, sehingga cahaya tak bisa masuk.
Di lantai kedua, terdapat dua ruangan, salah satuya ruangan yang menjadi lokasi terbaringnya Ibu sebelum menemui ajalnya.
Ruangan lainnya, merupakan kamar tidur Bondi diperankan Nasar Annuz dan Ian yang diperankan M Adiyat.
Selain itu, ucap Dadang, ada tata krama yang harus dijaga. Meski tabu, Dadang tak menampik jika cerita mistis memang ada di rumah tersebut.
“Kalau mau masuk ruangan harus ucapkan salam, itu saja yang saya ingatkan kepada pengunjung. Kepada anak-anak dan ibu hamil juga kami larang untuk tidak masuk takutnya terjadi apa-apa, memang tidak pernah ada kejadian kepada pengunjung, namun kemarin-kemarin, ada petugas keamanan yang kesurupan,” katanya.
Walau tak seangker seperti yang dikisahkan, beberapa komunitas pecinta hal-hal klenik kerap menjadikan rumah tersebut sebagai lokasi uji nyali atau pun wisata mistis.
Dalam kondisi Pandemi Covid-19, pengunjung rumah angker ini menjadi berkurang. Namun, pada saat weekend cukup banyak pengunjung yang berdatangan.
Penasaran, dan saya ikut teman-teman ternyata lebih seram dari aslinya,” kata Sofi (21) salah satu pengunjung Rumah Pengabdi Setan.
Sofi bersama teman-temannya sengaja berkunjung ke rumah yang dikenal angker itu usai mengunjungi wisata lain di Pangalengan.
“Tadi sudah masuk dan sumpah serem banget, aku langsung terbayang-banyang di film itu,” ujarnya.
Cukup membayar Rp 20 ribu, untuk dapat masuk ke dalam rumah memyeramkan ini. Sedangkan dari segi akses untuk mencapai lokasi ini, dari Kota Bandung ambilah jalur Pangalengan via Banjaran. Begitu sampai di Bundaran Pangalengan ambil arah kendaraan Anda ke kiri, melewati Pasar Pangalengan, setelah itu, ikuti jalur sepanjang 2 kilometer dan masuklah ke jalan Desa Margamukti yang nantinya patokannya adalah sebuah gapura.
Nah itulah kondisi sebenarnya dari Rumah Pengabdi Setan. Berani mengunjunginya?














