Reporter : Yulie Afriyani
PALEMBANG, Mattanews.co – Berdasarkan data dari pusat, cargo mengalami minus sampai 29 persen, tapi kalau dengan target perusahaan kita hanya 24 persen. Pasalnya, belum ada penurunan Surat Muatan Udara (SMU) dari pihak Air Line.
Hak tersebut diungkapkan oleh, Chip Cargo Palembang, Sigit Budiarto saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (23/05/2019).
“Jadi cargo memang lagi turun, karena ini efek kemaren dari surat muatan udara, yang kita tunggu dari air line, apakah masih ada penurunan,” ujarnya.
Menurut Sigit, jarak antara Palembang dan Jakarta dinilai lebih dekat kalau ditempuh lewat udara, kendati demikian pihak air line sampai saat ini belum bisa menurunkan SMU, yang berakibat perusahaan menurun 24 persen dari target yang ditentukan.
“Kalau tahun ini, bukan hanya dari cargo mengalami penurunan, tapi dari penumpang juga mengalami penurunan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi pencapaian target tersebut, dirinya berharap pihak air line bisa menurunkan tarif SMU. “Ini tergantung kebijakan air line atau kebijakan Menteri, karena sebagai jasa pelayanan kita hanya menyediakan tempat saja,” tuturnya.
Selain itu, Assosiasi Persatuan Cargo Indonesia (Asperindo) sudah beberapa kali melakukan negosiasi dengan pihak air line, ternyata belum ada perubahan.
“Kita juga sebagai pelayan sudah bernego dengan asperindo, tapi belum ketemu harganya, karena mereka yang nego kalau kita cuma ekspetasi saja,” paparnya.
Mendekati hari raya idul Fitri 1440 Hijriyah, lanjutnya, untuk pengiriman barang dirinya menyarankan agar lewat udara, terutama barang-barang dari luar daerah yang berisi makanan, hal tersebut bertujuan mengurangi kerugian para pengirim.
“Untuk ekspedisi kita siap melayani mereka setiap jam dan setiap hari apapun pun, dan kalau memang diperlukan, kita menyediakan juga tenaga kerja tambahan, hal tersebut untuk menjaga membludaknya lonjakan barang,” terangnya.
Editor : Anang














