BERITA TERKINIHEADLINE

Berawal dari Aplikasi Percakapan, Gadis 13 Tahun Dirudapaksa di Padangsidimpuan

×

Berawal dari Aplikasi Percakapan, Gadis 13 Tahun Dirudapaksa di Padangsidimpuan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PADANGSIDIMPUAN – Nasib malang menimpa seorang gadis berusia 13 tahun, sebut saja Melati warga Kota Padangsidimpuan. Gadis yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu, harus menerima kenyataan pahit usai dicabuli predator, yakni seorang pria yang masih tetangganya berinisial, DS (22).

Kisah pahit yang dialami Melati, berawal pada Jumat (6/5/2022) lalu sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban diajak pelaku untuk pergi ke jalan-jalan melalui aplikasi percakapan dari ponsel pintar. Seusai dijemput, pelaku membawa korban ke arah Simarsayang ke dalam sebuah Pondok.

Di dalam Pondok itu, korban dirudapaksa oleh pelaku. Meski sempat melawan, tapi apa daya, korban yang seorang gadis belia tak mampu melawan kekuatan tangan dan mulutnya yang dibekap. Esoknya, korban merasa kesakitan di bagian kemaluannya.

Korban, mengeluhkan hal tersebut kepada ibunya, R. Tak terima atas apa yang dialami buah hatinya, Ibu korban mengadukan hal itu ke Yayasan Burangir Padangsidimpuan, yang selama ini konsern menangani kasus terkait perlindungan perempuan dan anak, Senin (9/5/2022) sekira pukul 11.00 WIB.

Aduan Ibu korban, diterima salah satu pengurus Yayasan Burangir, Juli H Zega. Menanggapi keluhan Ibu korban, Burangir diwakili Juli H Zega, langsung membuat laporan ke Polres Padangsidimpuan. Juli H Zega mengaku bahwa pihaknya juga sudah membawa korban untuk divisum.

“Kami berharap, Polres Padangsidimpuan bergerak cepat menindak terduga pelaku karena diduga pelaku, karena diduga pelaku bekerja di luar daerah, sehingga nanti dikuatirkan pelaku tidak dapat diketahui keberadaannya,” harap Juli H Zega.

Selain itu, Burangir juga berpesan kepada orangtua korban, apabila melihat ada perubahan sikap anaknya pasca kejadian. Supaya, segera dibawa ke Kantor Burangir guna dilakukan psikososial untuk trauma healing.