MATTANEWS.CO, PADANGSIDIMPUAN – Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut, semakin tunjukkan eksistensinya. Tak hanya pengayoman, di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan juga memproduksi berbagai kerajinan tangan yang berfungsi sebagai pembinaan kreatifitas terhadap warga binaan.
Seperti halnya dituturkan Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut, Indra Kesuma, Amd IP, SH, MH, didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja Rudi Nasution, dan Kasubsi Peltatib, Fransisco Pandia, SH, saat berkesempatan diwawancarai awak media, Senin (1/11/2021) pagi.
Kalapas menerangkan bahwa, kegiatan bimbingan kerja bagi warga binaan termasuk salah satu fungsi dari Lapas yang meliputi, pembinaan, pembimbingan, keamanan, dan perawatan. Pada fungsi pembinaan, kata Kalapas, juga terbagi dua yakni, kemandirian dan keterampilan.
“Jadi salah satu pembinaan kemandirian dan keterampilan itu salah satunya dengan membuat mobiler, souvenir, pengelasan, hebel cor, dan ada juga anyaman jala ikan,” jelas Kalapas.
Kalapas merinci, untuk bagian pembuatan souvenir di antaranya terdiri dari produksi, asbak, teko maupun cangkir, talam, celengan, miniatur vespa, becak bermotor, sepeda motor, kapal layar, hingga tempat tissue. Semua bahan baku pembuatan souvenir itu ialah dari batok kelapa.
Untuk pemasaran produk hasil kerajinan warga binaan itu sendiri, sebut Kalapas, biasanya dipamerkan di pameran-pameran dan ada juga yang memesan langsung ke Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan. Tidak hanya dalam daerah, produk hasil kerajinan itu juga sudah menyentuh hingga ke luar daerah, dan ditargetkan bisa menjangkau hingga ke mancanegara.
“Dan (terkait pemasaran dan pembinaan bimbingan kerja), kami sudah bekerjasama dengan Dinas Periwisata dan Tenaga Kerja. Disamping itu, ada juga pihak ketiga dalam rangka pembinaan terhadap warga binaan,” tambah Kalapas.
Kalapas mengimbau ke masyarakat luas, jika ingin memiliki produk hasil kerajinan warga binaan dapat langsung mengunjungi Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan. Dirinya juga tak menutup diri bagi masyarakat yang ingin memasarkan produk hasil kerajinan itu ke dunia luar.
“Di bagian penerimaan tamu Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan sudah kita sediakan beberapa contoh hasil kerajinan dari warga binaan. Gunanya, adalah untuk mudahkan pengunjung melihat hasil produksi warga binaan,” terang Kalapas.
Sebagai informasi, untuk memperoleh produk hasil kerajinan warga binaan itu dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Adapun kisaran harganya mulai dari yang paling murah yakni, asbak dengan harga Rp30 ribu hingga teko ataupun talam dengan kisaran harga sekitar Rp150 ribu.
Salah seorang warga binaan, BW, saat diwawancari awak media mengaku, dengan adanya kegiatan bimbingan kerja, dirinya merasakan ada hal positif yang diperolehnya selama menjalani pembinaan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan. Dia juga mengucapkan terimakasih ke Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan dan jajaran atas binaan selama ini.
“Intinya, kita menjalani pembinaan di sini jadi tidak bosan, Pak. Dan ada hal-hal positif dan bermanfaat yang kita peroleh dari bimbingan kerja ini sehingga ketika kembali ke masyarakat, kita punya ketrampilan baru,” katanya.














