NUSANTARA

Beri Apresiasi, Tuharea: DPRD Maluku Beri Dorongan Kepada Pemkab SBB Atasi Permasalahan Pengungsi

×

Beri Apresiasi, Tuharea: DPRD Maluku Beri Dorongan Kepada Pemkab SBB Atasi Permasalahan Pengungsi

Sebarkan artikel ini

Reporter : Fitrah

MALUKU, Mattanews.co – Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Hi Mansur Tuharea,SH memberi apresiasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku atas peninjauan pengungsi serta dorongan dan masukan yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten SBB.

Dalam tatap muka pada Sabtu (05/10/2019) banyak masukan dan dorongan yang di sampaikan DPRD Provinsi Maluku dalam rangka agar kedepannya mencari solusi dan mengatasi permasalahan pengungsi – pengungsi yang masih ada di tempat pengungsian.

Hi. Mansur Tuharea kepada media ini mengatakan jika DPRD Maluku akan mendorong supaya semua persoalan terkait masalah pengungsi bisa teratasi, dari logistik sampai dengan perumahan dan berharap kepada semua pihak untuk mari sama – sama bekerja. “Ayo sama-sama mencari solusi, untuk bagaimana yang tadinya berat bisa menjadi ringan. Alhamdulillah dengan adanya pertemuan ada banyak harapan yang mereka sudah sampaikan kepada Pemkab SBB,” ungkap Tuharea.

Dikatakan Tuharea, mungkin dengan anggaran 2 milyar pihknya akan membagi, 1 milyar untuk rehab rumah pengungsi seperti apa modelnya dan mungkin pemkab SBB akan bekerja sama dengan provinsi untuk membangun.

Atau sementara Pemda SBB akan berusaha menangani persoalan yang ada merski memang dari sisi darurat. “Dan sisanya kita akan berjaga-jaga juga, apakah banjir atau tidak, apalagi ini kan musim Barat, dan SBB sudah harus tanggap dan kira-kira dari SBB sudah tahu persis. Kalaupun memang tidak ada bencana banjir otomatis kita akan curahkan semua untuk merehabilitas dan rekonstruksi. Kita lihat sajalah,” jelas Setda SBB itu.

Untuk soal logistik, ditambahkanya Tuharea, stok masih ada yang kurang hampir lebih 100 ton, dimana sementara mencari format. “Dan kita pakai rumus 3:1 dengan sepuluh jari berarti tidak mencukupi karena kita masih butuh sekitar 200 ton lagi. Sementara divisi di Kecamatan Kairatu yang merupakan andalan kita dari masalah pangan padi dan beras sudah tidak ada lagi,” tandasnya.

Editor : Anang